Hendropriyono Ngamuk-ngamuk Diberitakan Lobi Jokowi Jadikan Andika Perkasa Panglima TNI

Senin, 14 Juni 2021 – 23:02 WIB

Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono

Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono

JAKARTA, REQnews - Pemberitaan Majalah Tempo yang menyebut Abdullah Mahmud Hendropriyono telah melobi Presiden Jokowi agar menantunya KASAD Jenderal Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI, dibantah mantan Kepala BIN tersebut.

Abdullah Mahmud Hendropriyono membantah telah ikut campur untuk mendorong menantunya KASAD Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Hendropriyono membantah pemberitaan Majalah Tempo yang menyebut dirinya telah melobi Presiden Jokowi, dalam satu kesempatan.

Hendro menjelaskan, pertemuannya dengan Presiden hanya berkaitan hari ulang tahunnya ke - 76. Tidak mungkin, kata dia, Presiden Jokowi datang ke rumahnya.

"Saya tidak bicara dan tidak pernah bicara tentang hal yang demikian itu. Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan. Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah," kata Hendro dalam keterangannya, Senin 14 Jni 2021.

Hendropriyono juga menyayangkan Tempo yang mengambil sumber berita disebut dari 3 purnawirawan TNI. Dia bahkan menyebut, Tempo tengah mencari perhatian ke publik dengan berita - berita seperti ini.

"Kredibilitasnya mereka apa? Kenapa tidak cross check kepada Pak Jokowi atau pihak istana yang jelas kredibel menyangkut pertemuan saya tersebut? Tidak perlu harus ngarang berita dan ngarang - ngarang sumber. Jika pers tesebut memang terpandang dan profesional," kata dia.

"Kalau mau mencuri perhatian publik untuk mningkatkan rate, jangan menyalahgunakan hak kebebasan pers. Melepas hoax seperti itu merupakan bentuk manipulasi terhadap hak-hak pers untuk membunuh karakter seseorang atau membuat orang jad mati perdata," sambungya.

Hendro juga mengeluh, kalaupun dirinya menggunakan hak jawab disampaikan, maka dengan kondisi banjirnya arus informasi saat ini, maka akan tenggelam dengan kabar sebelumnya yang kadung tersebar.

"Melayani dengan berpolemik di mana pun, punya implikasi menaikkan rate majalah atau portal media-nya, yang berarti membantu Tempo mencapai tujuan," ujar Hendro.