Parah! Polisi Tangkap 19 Pegawai Restoran Gegara Tak Dikasih Makanan Gratis

Selasa, 15 Juni 2021 – 10:01 WIB

ilustrasi penangkapan oleh aparat (Foto:Istimewa)

ilustrasi penangkapan oleh aparat (Foto:Istimewa)

LAHORE, REQNews – Polisi menahan 19 pegawai restoran dikarenakan mereka menolak memberikan makanan secara gratis kepada para aparat.

Kejadian tersebut terjadi di di Kota Lahore, Pakistan pada akhir pekan lalu.

Kejadian itu menimpa restoran Johnny & Jugnu yang terkenal di Pakistan. Para pegawai di tempat makan itu ditangkap dan ditahan selama 7 jam pada Sabtu 12 Juni 2021.

Akibatnya, dapur restoran itu tertinggal tanpa penjagaan. Sementara, para pelanggan yang sudah rela menunggu dan mengantre hari itu, jadi telantar dengan perut yang lapar.

“Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini menimpa orang-orang dapur di restoran kami. Tetapi kami ingin memastikan kejadian ini adalah yang terakhir,” ungkap restoran cepat saji itu dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media sosial, dikutip kembali The Straits Times, Senin 14 Juni 2021.

Pihak restoran mengatakan kepada wartawan bahwa sebagian besar dari orang yang ditangkap itu adalah anak-anak muda—termasuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu di restoran tersebut.

Menyusul protes di kalangan penggemar Johnny & Jugnu, sembilan polisi yang terlibat dalam penangkapan sewenang-wenang itu telah diskors, Minggu 13 Juni 2021 kemarin.

“Tidak ada yang berhak mengambil hukum di tangannya sendiri,” kata salah satu pejabat senior polisi di Provinsi Punjab, Inam Ghani, di Twitter.

Polisi di Pakistan terkenal karena penyakit korupsinya yang parah. Banyak anggota kepolisian di negara Asia Selatan itu meminta suap dari para pengusaha atau unit-unit bisnis lokal.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, telah menyerukan reformasi kepolisian di Punjab. Menurut dia, ada semacam “kroni” yang ditunjuk para politisi untuk mengendalikan kepolisian di provinsi itu.