Banyak Barbuk Narkoba Tak Jelas Kemana, Begini Jawaban Ngeri Jenderal Listyo

Kamis, 17 Juni 2021 – 08:02 WIB

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, REQnews - Sejumlah anggota DPR mempertanyakan kemana barang bukti (barbuk) tangkapan narkoba yang disampaikan selalu dalam jumlah besar. Sebab, ada dugaan barbuk tersebut disalahgunakan oknum tertentu.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun diminta transparan dalam proses penghangusan barang bukti agar tak timbul kecurigaan bahwa barang bukti narkoba diedarkan kembali.

Menanggapi hal itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan tak ada hal lain yang dikenakan kepada oknum polisi yang menyalahgunakan atau pun mengedarkan kembali barang bukti kasus narkoba selain pemecatan.

"Apabila memang masih ada oknum yang kedapatan kemudian menyalahgunakan, menukar, dan sebagainya, saya minta untuk Pak Kadiv Propam (Irjen Ferdy Sambo) dan seluruh Kapolda, yang seperti ini urusannya hanya proses dan pecat, sudah tidak ada yang lain," kata Listyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

Ditegaskannya, anggota Polri harus terus berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan narkoba dari hulu ke hilir, termasuk bertanggung jawab terhadap barang bukti narkoba yang sudah diamankan.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi meminta Polri transparan kepada publik terkait barang bukti pengungkapan kasus narkoba. "Masyarakat bertanya-tanya kemana barang (bukti) tangkapan narkoba karena setiap penangkapan yang disampaikan selalu dalam jumlah besar," katanya.

Dia mendukung langkah Polri menangkap dan mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, ia meminta keterbukaan proses penghangusan barang bukti agar tak timbul kecurigaan bahwa barang bukti narkoba diedarkan kembali. "Orang curiga barang bukti narkoba muter-muter saja di sana atau diputar kembali. Orang bertanya itu karena tangkapan (narkoba) selalu dalam jumlah besar, kemana barang bukti itu," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri Listyo menyampaikan pihaknya sudah mengungkap sebanyak 19.229 kasus narkoba sepanjang 2021. Dari kasus tersebut, menurutnya, 24.878 pelaku ditetapkan menjadi tersangka. Ia menyebutkan barang bukti yang disita dari kasus-kasus tersebut berupa sabu-sabu 7.696 kilogram, ganja 2.100 kilogram, heroin 7,3 kilogram, tembakau gorila 34,3 kilogram, dan ekstasi 239.277 butir. Nilai totalnya Rp11,66 triliun. "Menyelamatkan 39,24 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba," klaim dia.

Ia juga menyampaikan, terdapat beragam modus operandi narkoba di Indonesia. Salah satunya, disamarkan atau dibungkus dalam berbagai barang yang diimpor ke Indonesia maupun melalui metode ship to ship atau penyelundupan antarkapal melalui pelabuhan tikus.

Eks Kabareskrim itu menjelaskan narkoba masuk ke Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sindikat narkoba internasional, yaitu Sindikat Golden Triangle, Sindikat Golden Crescent, dan Sindikat Indonesia-Belanda. "Penegakan hukum terhadap peredaran narkoba akan terus kami lakukan sebagai upaya pemberantasan dari hulu namun ke depan Polri akan mengupayakan dengan kegiatan Kampung Tangguh Narkoba," kata Listyo.