Ketimbang Buang Energi Dorong Jokowi Tiga Periode, Lebih Baik Bantu Urus Covid-19

Minggu, 20 Juni 2021 – 19:02 WIB

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas

JAKARTA, REQnews - Aksi sejumlah kalangan yang mendorong Joko Widodo (Jokowi) kembali menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya, rupanya membuat gerah relawan ataupun pendukung Jokowi.

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas, berharap para pihak yang mengusulkan Jokowi kembali menjabat presiden agar memahami konstitusi. Sebab menurutnya, Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan, sangat menghormati konstitusi.

“Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi. Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apalagi dalam kondisi menghadapi pandemi COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini. Jadi sudahlah, tidak usah buang energi untuk mendorong-dorong beliau tiga periode,” katanya, Minggu, 20 Juni 2021.

Oleh karena itu, Umbas mengajak semua pihak agar tidak mendorong-dorong Jokowi untuk menjabat presiden tiga periode. Berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, sambungnya, presiden dan wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Dengan demikian, kata dia presiden dan wapres dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode. Umbas menyebut wacana menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode sangat tidak relevan digaungkan di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, semestinya seluruh pihak bahu-membahu dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

Apabila Jokowi memang berniat maju Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024, lanjutnya, maka MPR segera bersidang untuk mengamendemen UUD 1945. Fakta di lapangan, kata Umbas, fraksi-fraksi di MPR telah menyampaikan tidak akan mengubah ketentuan Pasal 7 UUD 1945 terkait pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode.

Umbas pernah dipercaya menjadi ketua Panitia Silaturahmi Nasional (Silatnas) Relawan Jokowi pada 2016. Silatnas yang dihadiri langsung Jokowi, kala itu, momentum pertama kali seluruh relawan mencanangkan gerakan “Jokowi Dua Periode”.

"Waktu itu ketika kami gaungkan gerakan itu, beliau sampaikan tidak relevan, masih fokus kerja dulu karena baru mau dua tahun menjabat. Intinya beliau tidak haus kekuasaan lah," ucapnya. Umbas menyatakan, Jokowi sudah berkali-kali merespons isu tersebut dan tegas menolak. Hal ini semestinya dapat dipahami oleh para pihak yang seolah-olah ingin menjerumuskan Jokowi untuk mengkhianati amanat reformasi.

“Andai kata Pak Jokowi memang berniat tiga periode, pasti kami para relawan lebih tahu duluan. Ketika kami dipanggil berdiskusi tidak pernah tergambar, termanifestasi niatan itu sama sekali dari Pak Jokowi, sebaliknya kita sudah dengar berulang kali beliau menolak masa jabatan presiden tiga periode,” katanya.