Tarik Rem Darurat! Pemerintah Batasi Jam Operasional Pusat Keramaian

Senin, 21 Juni 2021 – 12:50 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jam operasional pusat keramaian yang berada di zona merah kembali dipangkas, yaitu dari 21.00 WIB menjadi 20.00 WIB. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

"Kegiatan di mal dan pasar dan pusat perdagangan maksimal jam 20.00. Pembatasan pengunjung 25 persen dari kapasitas," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian merangkap Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, Senin 21 Juni 2021. 

Ia mengatakan bahwa aturan itu diberlakukan untuk restoran, kafe, hingga pedagang kaki lima yang berada di wilayah di zona merah penyebaran covid-19.

Kemudian, kapasitas makan di tempat juga dikurangi, dari 50 persen menjadi 25 persen saja. "Sisanya dibawa pulang. Layanan pesan antar restoran dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang ketat," kata dia. 

Tetapi Airlangga mengatakan bahwa kegiatan sektor esensial lain seperti industri, pelayanan dasar, utilitas publik, objek vital nasional, tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat. "Kebutuhan pokok masyarakat mulai dari supermarket, apotek ini juga berjalan dengan regulasi dan dapat beroperasi 100 persen dengan peraturan operasional, kapasitas serta protokol kesehatan yang lebih ketat," katanya. 

Untuk kegiatan perkantoran kementerian/lembaga dan BUMN di zona merah pemerintah membuat kebijakan 75 persen diwajibkan untuk bekerja di rumah (WFH). Untuk zona non merah, 50 persen WFH dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Ia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro(PPKM). "Terkait dengan penebalan dan penguatan PPKM mikro arahan presiden tadi untuk melakukan penyesuaian, jadi ini akan berlaku mulai besok 22 Juni-5 Juli, dua minggu ke depan, bahwa penguatan PPKM mikro akan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri," ujarnya.