Teror Mengerikan Diterima ICW, Gegara Laporin Jenderal Polri Satu Ini

Senin, 21 Juni 2021 – 14:10 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (Foto: Hastina/REQnews)

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Usai melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali menerima berbagai macam tudingan. Diketahui laporan tersebut terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi diskon biaya sewa helikopter.

Setelah pelaporan tersebut ICW pun menerima berbagai pemberitaan yang tidak benar atau hoaks terkait penerimaan dana dari KPK. Menanggapi hal itu, mantan juru bicara KPK Febri Diansyah pun menyoroti kaitan pelaporan Firli Bahuri dengan tudingan yang dilemparkan kepada ICW.

Karena, menurutnya isu penerimaan dana tersebut mencuat usai ICW melaporkan Ketua KPK, serta mengadvokasi penyingkiran 75 pegawai KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

“ICW telah laporkan Ketua KPK ke Bareskrim Polri dan Dewas KPK. ICW advokasi lawan penyingkiran #75PegawaiKPK via TWK,” kicau Febri Diansyah, Minggu 20 Juni 2021, dikutip dari akun Twitter @febridiansyah pada Senin 21 Juni 2021.

Ia mengatakan bahwa setiap ICW melakukan pelaporan atas kejanggalan di tubuh pimpinan KPK, tudingan terkait penerimaan dana dari KPK selalu terjadi. Bahkan, akun WhatsApp koordinator ICW pun sebelumnya sempat diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tiba-tiba hoaks yang bahkan sudah basi, disajikan lagi... tuduhan tentang menerima dana dari KPK... sebelumnya WA Koordinator ICW di-hack. Anda lihat hubungannya?” kata Febri.

Diketahui, sebelumnya ICW melaporkan Firli Bahuri ke Bareskrim Polri pada Kamis 3 Juni 2021 atas dugaan gratifikasi diskon biaya sewa helikopter untuk kepentingan pribadi. Dalam sidang etik di hadapan Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Firli menyebut hanya memakan biaya sebesar Rp 30,8 juta.

Berdasarkan penelusuran ICW, biaya sewa helikopter dengan rute perjalanan yang ditempuh Firli Bahuri membutuhkan biaya sebesar Rp 172,3 juta, belum ditambah pajak.

ICW menduga adanya pemberian gratifikasi berupa diskon biaya sewa helikopter senilai Rp 141,5 juta dari nilai wajib bayar yang diterima Firli Bahuri. ICW pun menyimpulkan bahwa tindakan Firli Bahuri itu telah memenuhi unsur Pasal 12 B UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.