IFBC Banner

Ngaku Ketemu Sales Corona, Bupati Banjarnegara Tuding RS 'Bisnis' Covid

Rabu, 30 Juni 2021 – 10:40 WIB

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (Foto: Istimewa)

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA, REQnews - Beredar video Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono yang menuding adanya dugaan 'bisnis' klaim biaya perawatan pasien Covid-19 oleh pihak rumah sakit. Ia menduga biaya perawatan pasien dapat diklaim oleh rumah sakit dengan nilai yang fantastis.

Menurut pria yang akrab disapa Wing Chin itu, modus tersebut dilakukan dengan adanya perbedaan hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) dengan laboratorium. 

"Enggak tahu loh kalau ini dikondisikan, enggak ngerti kalau punya kepentingan dikondisikan. Karena sekarang lumayan sih, kalau karantina di rumah sakit kan lumayan klaimnya. Aku juga udah ngerti," ujar Wing Chin dalam video berdurasi 3 menit 8 detik dikutip pada Rabu 30 Juni 2021.

Bahkan, Bupati tersebut mengaku bertemu langsung dengan sales marketing rumah sakit. Ia mengatakan bahwa sales tersebut akan mendapat honor dari tiap pasien yang bisa dibujuk agar mau dirawat di rumah sakit.

"Kemarin saya sudah ketemu sama salesnya Ada salesnya namanya Bejo, mencari orang sakit (Covid-19) untuk di pondokin (dirawat) di rumah sakit. Kalau di pondokin dengan mobil sendiri Rp 200.000 tapi kalau diambil pakai ambulans rumah sakit honornya Rp 100.000," katanya. 

Wing Chin menyebut keuntungan yang besar membuat rumah sakit berlomba-lomba mendapatkan pasien Covid-19. Karena itu, ia mengatakan mafia pasien inilah yang membuat angka Covid-19 di sejumlah daerah melonjak.

"Udah lah mari kita sadar, mari kita insaf, enggak usah cari yang macam-macam. Bagaimana kita layani rakyat yang bagus, gotong-royong. Insyaallah kalau kita betul-betul menjalankan Pancasila, kuat Indonesia," kata dia. 

Ketika dikonfirmasi wartawan, Bupati Banjarnegara itu pun membenarkan bahwa video tersebut diambil sekitar sepekan yang lalu di Rumah Dinas Bupati. "Iya video itu saya yang bicara," katanya. 

Ia menyebut bahwa rumah sakit di wilayahnya berburu dan berebut pasien Covid-19. Itu terjadi, karena menurutnya klaim perawatan pasien Covid-19 minimal Rp 6,25 juta hingga Rp 10 juta per hari. "Jadi klaim rumah sakit ini di Kabupaten Banjarnegara ini kalau saya pantau agak berebut pasien Covid-19. Karena standar agak lumayan juga," kata dia. 

Wing Chin pun sempat menanyakan ke dinas terkait, jika ada orang yang sampai enam bulan dirawat bagaimana? Pihak dinas tersebut pun mengatakan bahwa klaim hanya diberikan batas waktu maksimal dua Minggu.

Bupati itu pun meminta kepada pemerintah pusat agar turun untuk memperketat proses screening klaim. Karena, ia mengaku mendapatkan laporan adanya hasil tes PCR yang berbeda antara rumah sakit dengan salah satu laboratorium.

"Jamnya sama, hanya selisih 10 menit, pada waktu melakukan swab, yang satu negatif yang satu positif. Kalau bisa pemerintah pusat menurunkan Litbang yang betul-betul independen," kata Wing Chin.