IDI Tepis Tudingan Bupati Banjarnegara Soal RS 'Bisnis' Covid

Rabu, 30 Juni 2021 – 11:10 WIB

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (Foto: Istimewa)

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA, REQnews - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menepis tuduhan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono terkait adanya 'bisnis' klaim rumah sakit dalam penanganan Covid-19. 

"Saya kira tidak. Wong semua saja sudah protokol. Jadi saya kira wong bidan, orang hamil harus di swab itu ada protokol. Kami semua tenaga kesehatan mengikuti protokol," ujar Ketua IDI Banjarnegara, Agus Ujianto kepada wartawan pada Selasa 29 Juni 2021.

Menurut Agus, terkait adanya Sales Corona yang disebutkan sang Bupati, ia menduga itu adalah relawan yang mengetahui warga sakit namun belum mendapat pertolongan. Menurutnya, sebisa mungkin pihak rumah sakit akan memberikan pertolongan dengan mudah. 

"Mungkin ada relawan yang memang karena tahu ada orang sakit dan belum dapat pertolongan, maka mereka mengontak kita dan kita kan rumah sakit islam paling ringan untuk menolong orang. Jadi siapa pun yg sakit di rumah selagi kami mampu kami jemput," ujarnya. 

Direktur RSI Banjarnegara itu itu pun mempersilakan kepada relawan yang ingin bekerja sama untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19, salah satunya di RSI Banjarnegara.

Agus mengatakan bahwa pihaknya akan merawat pasien tanpa biaya. Terkait adanya klaim, ia menyebut bahwa biaya akan ditanggung rumah sakit terlebih dahulu, setelah itu baru mengajukan klaim. "Kami mengelola pasien itu semuanya kami kelola dulu tanpa biaya dari bantuan, setelah itu baru ada klaim dan klaim itu baru muncul," kata dia. 

Ketua IDI Banjarnegara itu pun berharap, agar kebijakan daerah dapat bersinergi dengan kebijakan atasnya. "Kami tenaga kesehatan menjadi tidak bingung dalam melaksanakan pertolongan masyarakat," katanya. 

Sebelumnya, beredar video Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang menuding adanya 'bisnis' klaim pihak rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19. Budhi pun menyoroti adanya perbedaan hasil pemeriksaan PCR antara rumah sakit dengan laboratorium.