Kabar Gembira! Dua Penembak Laskar Pengawal Rizieq Segera di Meja Jaksa, Siapa Saja Mereka?

Senin, 05 Juli 2021 – 13:45 WIB

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Dua anggota Polri yang ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan penembakan Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek bakal diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan nantinya penyerahan kedua tersangka akan dilakukan setelah pihak penyidik menerima surat pemberitahuan terkait kelengkapan berkas perkara.

"Pemberitahuan P21 sudah diterima oleh penyidik. Tentunya penyidik selanjutnya akan melakukan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar Ahmad kepada wartawan, Minggu 4 Juli 2021.

Tetapi ia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal penyerahan kedua tersangka kepada JPU. Namun, menurutnya penyerahan akan dilakukan dalam waktu dekat. "Nanti kita kabari lagi kapan tahap II. Menurut penyidik dalam waktu dekat ini," kata dia. 

Sebelumnya, diketahui terdapat tiga anggota Polri yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yaitu EPZ, FR dan MYO. Tetapi salah seorang tersangka berinisial EPZ meninggal dunia, dan dihentikan penyidikannya. 

Atas penetapan tersebut, kedua tersangka dikenakan melanggar Pasal 338 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

Seperti diketahui, 6 laskar FPI tewas ditembak oleh polisi di KM 50 ruas tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020. Saat itu mereka tengah melakukan pengawalan terhadap pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

Polisi yang saat itu melakukan pengintaian terhadap rombongan Rizieq Shihab dihalangi oleh pihak FPI. Hasil investigasi Komnas HAM menyatakan, dua anggota FPI tewas saat tiba di rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Sementara, empat anggota lainya tewas saat sudah dibawa dan berada di mobil petugas. Komnas HAM menyatakan ada indikasi unlawfull killing atau pembunuhan yang terjadi di luar hukum terhadap empat orang tersebut.