Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Tiga Kepala Daerah Ini Siap Jadi Agen Pemberantasan Korupsi, Siapa Saja Mereka?

Rabu, 12 Juni 2019 – 18:00 WIB

Tiga kepala daerah siap jadi agen pemberantasan korupsi (Foto: istimewa)

Tiga kepala daerah siap jadi agen pemberantasan korupsi (Foto: istimewa)

JAKARTA, REQNews - Tiga kepala daerah hasil Pilkada 2018 sepakat untuk menjadi agen pemberantasan korupsi di daerahnya masing-masing. Untuk menunjukkan komitmennya, mereka langsung diajak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ketiga kepala daerah yang dimaksud yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail dan Barnabas Orno, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba dan Al Yasin Ali.

"Diterima KPK tadi banyak diskusi, masukan. Terutama tadi bagaimana gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah itu sepakat sebagai agen pencegahan atau agen pemberantasan korupsi di daerah," kata Tjahjo di gedung KPK, Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

Selain itu, kata Tjahjo, dalam pertemuan itu juga disampaikan beberapa poin-poin area-area rawan korupsi. Kemudian membahas laporan-laporan masyarakat di daerah.

Kata Tjahjo, para kepala daerah itu sepakat untuk menjaga karena kan memiliki janji politik pada masyarakat pada saat kampanye. Paling tidak ingin membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal mengatakan bahwa ia bersama wakilnya Chusnunia Chalim akan menunjukkan keteladanan kepada masyarakat di Lampung.

"Kami baru dilantik hari ini jadi belum banyak yang harus kami lakukan.Tetapi saya dengan wakil gubernur ingin menunjukkan keteladanan agar di kemudian hari Lampung itu kemungkinan kecil kejadian yang menimbulkan penyimpangan karena kalau pemimpinnya teladan biasanya menurun sampai ke bawah. Saya kira itu," ucap Arinal.

Sementara Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan bahwa diskusi yang dilakukan dengan KPK menjadi pelajaran yang luar biasa dan sepakat menjadi agen pencegahan korupsi.

"Ini satu pelajaran yang luar biasa masukan-masukan dan tadi kami sepakat semua tiga gubernur dan wakil gubernur untuk bagaimana kami bisa jadi agen KPK di daerah, itu yang pertama dan yang kedua kami sesuai tadi arahan bahwa masalah jual beli jabatan itu kami sudah bersepakat untuk tidak terjadi," ucap Murad.

Ia pun menyatakan akan memegang teguh apa yang telah diamanatkan oleh KPK tersebut.

"Mudah-mudahan kami masuk KPK yang pertama sampai yang terakhir. Insya Allah kami akan pegang betul apa yang telah dibicarakan oleh KPK dan apa yang kami sampaikan dan kami adalah agen KPK di daerah. Kami bisa melaksanakan tugas secara baik jujur dan melayani," kata Murad.

Selanjutnya, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba mempunyai komitmen yang sama dengan Gubernur Lampung dan Gubernur Maluku soal pencegahan korupsi.

"Saya kira kita punya komitmen yang sama di depan Menteri Dalam Negeri dan pimpinan KPK. Mudah-mudahan kita berbuat yang terbaik untuk negeri yang kita cintai," kata Abdul Ghani. (RYN)