Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Kematian 9 Korban Tewas Kerusuhan Mei

Rabu, 12 Juni 2019 – 19:00 WIB

(foto:istimewa)

(foto:istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepolisian mengaku kesulitan mengungkap penyebab kematian sembilan korban jiwa dalam kericuhan 21-22 Mei 2019. Hal tersebut dikarenakan terkendala tempat kejadian perkara (TKP) korban tewas atau terluka yang sulit ditemukan.

Saat terjadi kericuhan, korban-korban yang terluka langsung diantarkan ke rumah sakit. Sehingga polisi harus menelusuri kembali lokasi korban jatuh dan tewas.

"Tidak secara keseluruhan kami mengetahui di mana TKP terjadinya hal yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

TKP tewasnya korban, kata Asep, disebutnya penting sebagai titik awal penyelidikan untuk diketahui kronologi kejadian dan saksi-saksi peristiwa. Sebab dalam tahap penyelidikan, semua ada prosesnya.

"Yang utama sekali harus berangkat dari olah TKP, oleh karenanya kami harus tahu dulu TKP di mana. Dari situ kami mengembangkan saksi yang lihat, tahu, dan dengar," ujar Asep.

Terkait dugaan korban meninggal dunia akibat peluru tajam. Polisi pun harus mengetahui arah dan jarak tembak sehingga TKP sangat penting untuk diketahui.

Untuk itu, kepolisian mengharapkan masyarakat yang mengetahui peristiwa terkait korban tewas pada 21-22 Mei membantu memberikan keterangan.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyoroti pihak kepolisian yang dinilai luput menjelaskan kepada publik terkait korban jiwa serta pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah warga pada kericuhan 22 Mei saat konferensi pers Selasa 11 Juni 2019.

Alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan tentang penyebab korban tewas dan pelaku yang harus bertanggungjawab, narasi yang disampaikan polisi hanya soal rencana pembunuhan dalam aksi 22 Mei.

Lantaran hal itu, sejumlah keluarga korban yang ditemui Amnesty International Indonesia disebutnya kecewa tidak ada pengungkapan pelaku pembunuhan untuk kemudian dibawa ke pengadilan.

"Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban," kata dia. (RYN