34 Terduga Teroris Ditangkap Densus di Kalteng

Kamis, 13 Juni 2019 – 12:00 WIB

Densus 88 saat berjaga-jaga di TKP penangkapan teroris (Foto: istimewa)

Densus 88 saat berjaga-jaga di TKP penangkapan teroris (Foto: istimewa)

PALANGKA RAYA, REQnews - Puluhan terduga teroris berhasil ditangkap Densus 88 Anti Teror dan Polda Kalimantan Tengah. Tercatat, ada 34 orang terduga teroris itu terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan sisanya anak-anak yang ditangkap di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas.

Sebelumnya, Polda Kalteng telah menetapkan dua orang, yakni berinisial A dan T yang tinggal di Jalan Pinus Permai III Palangka Raya sebagai tersangka. Sementara sisanya masih dalam pemeriksaan intensif petugas.

"Sebenarnya keberadaan kelompok tersebut di Kalteng difasilitasi salah satu warga Palangka Raya bernama Ansyari sejak awal 2019," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Kamis 13 Juni 2019.

Menurut dia, kelompok terduga teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang diamankan di Kalteng sangat berbahaya, sebab seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.

"Kemudian mereka mengincar polisi yang berada di Jakarta, bukan di Kalteng," ujarnya.

Sebelum berangkat ke Jakarta, salah satu dari anggota kelompok JAD itu sudah mempersiapkan pembuatan bom pipa dan bom dari ponsel yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tim Densus pun mengamankan kelompok tersebut dari sejumlah tempat di Palangka Raya berhasil diamankan berbagai komponen alat-alat yang digunakan untuk merakit bom.

"Selama enam bulan mereka sudah berada di Kalteng untuk berlatih serta mengumpulkan kekuatan. Kemudian akan bergerak ketika menerima instruksi pergi ke Jakarta," katanya.

Pada 2018, kelompok yang bermarkas di Aceh tersebut bubar, sebab kelompoknya ada yang ditangkap oleh Densus sehingga mereka berpencar dan salah satunya masuk ke Kalteng.

Kombes Hendra menjelaskan, aksi kelompok ini ada di Jakarta dan saat ini sudah mulai bergerak, hanya saja berhasil digagalkan tim Polda Kalteng dan Densus 88. Di Palangka Raya sudah ada JAD bernama Ansyari yang memiliki istri yang berasal dari Kapuas. 

”Jadi sebenarnya jaringan ini pelarian, bukan mengasingkan diri sambil melakukan pelatihan dan pencarian dana," kata Hendra.

Mantan Kapolres Palangka Raya tersebut menambahkan, kelompok ini berencana ingin menunggangi sebuah aksi di Jakarta dan terlibat dalam berbagai kerusuhan maupun teror di beberapa wilayah Indonesia. (KIY)