Mengintip Data Wanita Pengguna, 52 Karyawan Facebook Dipecat

Rabu, 14 Juli 2021 – 15:03 WIB

Foto: New York Post

Foto: New York Post

California, REQNews.com -- Facebook memecat 52 karyawan yang diketahui mengintip data wanita pengguna melalui sistem internal.

Telegraph melaporkan para insinyur itu menggunakan akses internal Facebook untuk melihat lokasi wanita, pesan pribadi, foto yang dihapus, dan lainnya. Salah satu karyawan dikabarkan mencuri data lokasi wanita yang diinginkan.

Laporan itu menjelaskan seorang karyawan Facebook sedang berlibur dengan wanita di Eropa ketika keduanya bertengkar, dan wanita itu ingin waktu menyendiri. Menggunakan data Facebook, sang karyawan melacaknya sampai ke hotel tempat wanita itu menyendiri dan mengkonfrontasinya.

Dalam kasus lain, seorang karyawan menggunakan data Facebook untuk mengetahui wanita yang diinginkan, yang secara teratur mengunjungi Dolores Park, San Fransisco. Menggunakan informasi itu, karyawan itu pergi ke sana dan menemukannya.

Mayoritas karyawan Facebook yang menyalahgunakan informasi pribadi pengguna adalah pria yang mencari wanita untuk dikencani tapi tidak berani menghadapi secara langsung. Informasi ini juga tertera dalam buku yang ditulis dua wartawan New York Times; Sheera Frankel dan Cecelia Kang.

Sebanyak 52 karyawan Facebook melakukan pelangggaran antara tahun 2014 sampai 2015. Alex Stamos, kepala petugas keamanan Facebook saat itu, dikabarkan memperingatkan ratusan lainnya mungkin lolos tanpa diketahui.


Mark Zuckerberg Kesal

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg diduga kesal ketika tahu penyalahgunaan informasi pengguna yang meluas, dan bertanya mengapa tidak ada orang lain di perusahaan yang berpikir untuk memperketat akses karyawan ke data.

Padahal, Zuckerberg telah merancang sistem akses data perusahaan dan menolak mengubahnya seiring pertumbuhan perusahaan.

"Ada beberapa masa dalam sejarah Facebook ada jalan yang bisa kami ambil, keputusan yang kami buat, yang akan membatai atau mengurangi, data pengguna yang kami kumpulkan," kata seorang karyawan Facebook kepada Frankel dan Kang.

Namun, menurut karyawan Facebook, itu bertentangan dengan DNA Mark. "Bahkan sebelum kami mengambil opsi itu, kami tahu itu bukan halan yang akan dia pilih," lanjut karyawan itu.

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Facebook mengatakan; "Kami selalu tidak menoleransi penyalahgunaan dan telah memecat setiap karyawan yang mengakses data secara tidak benar."

Sejak 2015, masih menurut juru bicara itu, Facebook terus memperkuat pelatihan karyawan, deteksi penyalahgunaan, dan protokol pencegahan.

"Kami juga terus mengurangi kebutuhan insinyur untuk mengakses beberapa jenis data saat mereka bekerja membangun dan mendukung layanan kami," kata juru bicara tu.

Kutipan mengejutkan lain dari buku yang diterbitkan pekan lalu di New York Times mengatakan hubungan Mark Zuckerberg dengan CEO Sherul Sanberg memburuk selama era Trump karena koneksi pemerintahan Sandberg-Obama tiba-tiba tidak berguna.

Beberapa jam setelah laporan itu dipublikasikan secara online, Zuckerberg dan Sanberg dengan nyaman berjalan di depan kamera berita di Konferensi Allan & Co di Sun Valley, Idaho.

Facebobok membantah bahwa laporan New York Times itu akurat.