Jika Kasus Covid-19 Makin Gila, Luhut Mau Ngapain Lagi?

Jumat, 16 Juli 2021 – 04:00 WIB

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, REQnews - Angka kasus Covid-19 harian dan total kasus aktif di Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu, meskipun pemerintah sudah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Jumlah pasien terpapar Covid-19 terus meningkat, mencetak rekor demi rekor, dan ambulans berseliweran bolak-balik mengantar pasien juga jenazah korban corona. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan.

Jika terus berlanjut, apa yang akan dilakukan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai komandan PPKM darurat?

Menjawab hal tersebut, Luhut menyebut pemerintah sudah menyiapkan skenario terburuk, jika kasus meningkat di atas 60 ribu hingga 100 ribu per hari.

Data menunjukkan pada Rabu 14 Juli 2021, rekor baru tercipta dengan 54 ribu lebih kasus dalam sehari.

"Kalau kita bicara worst case skenario untuk 60.000 atau lebih sedikit kita masih sudah cukup oke, kita berharap tidak sampai ke 100.000 tapi itu pun sudah kami rancang sekarang kalau sudah terjadi kesana, jadi semua kita tenang melaksanakannya, jernih melihatnya," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Kamis 15 Juli.

"Karena kami sudah masuk pada worst case skenario, yang sudah kami duga kita akan naik di atas ya kita berharap jangan lebih dari pada 60.000 karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," ujar Luhut menambahkan.

Luhut merinci, ada beberapa poin langkah antisipasi jika kondisi buruk itu benar-benar terjadi. Berikut selengkapnya:

- ketersediaan vaksin lebih dari cukup. Kecepatan vaksinasi diusahakan meningkat hingga rata rata 1 juta per hari;

- Ketersediaan tempat tidur dipenuhi dengan langkah-langkah melakukan konversi TT, pembuatan RS lapangan, dan penambahan RS khusus Covid-19. Pemerintah pusat, Pemda, BUMN bersama TNI-Polri telah berkoordinasi untuk mengidentifikasi lokasi yang bisa digunakan untuk RS atau tempat isolasi;

- Pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan obat, termasuk melalui impor dan bantuan luar negeri. Program paket obat gratis akan diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin yang terkena Covid-19;

- Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, pemerintah memobilisasi dokter dan perawat yang telah memasuki masa akhir pendidikannya;

- Pasokan oksigen akan dipenuhi melalui peningkatan produksi dalam negeri yang berasal dari industri, impor dan bahan bantuan luar negeri. Pemerintah telah membeli oxygen concentrator untuk mengurangi kebutuhan akan oksigen cair.