Memanas! Rizieq Shihab Sebut Pernyataan Amien Rais Bikin Untung Lawan

Senin, 19 Juli 2021 – 19:45 WIB

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Eks pentolan Front Pembeaa Islam (FPI), Rizieq Shihab menyebut pernyataan Amien Rais dalam tim pengawal peristiwa pembunuhan (TP3) enam Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek prematur dan membutuhkan pembuktian dari Pengadilan HAM.

“Bahwa Pernyataan Amien Rais sangat blunder, karena merugikan tim dan korban serta keluarganya, sebaliknya untungkan pihak lawan,” ujar Rizieq Shihab melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar pada Senin 19 Juli 2021.

Rizieq mengatakan bahwa pernyataan Amien Rais bisa jadi boomerang bagi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3). Menurutnya, posisi Amin dalam tim tersebut bisa menguatkan skenario, sehingga penembakan laskar FPI di KM 50 dinilai hanya pelanggaran kriminal biasa.

Selain itu, eks pentolan FPI itu mengatakan bahwa pernyataan Amien hanya membuat Menko Polhukam Mahfud Md senang. Karena, setelah itu Mahfud langsung memberikan apresiasi kepada Amien.

Ia masih menduga bahwa ada keterlibatan sejumlah jenderal yang dilakukan secara sistematis dengan garis hirarki komando. Menurut, Rizieq keterlibatan dua institusi itu bisa sangat terjadi.

Diketahui, sebelumnya dalam laporannya pada Rabu 7 Juli 2021, Amien Rais mengatakan secara kelembagaan Polri dan TNI tidak terlibat dalam peristiwa penembakan di KM 50 Tol Cikampek.

Dalam peluncuran buku berjudul Buku Putih Pelanggaran HAM Berat Pembunuhan Enam Pengawal HRS itu, Amien mengatakan mendapat kesimpulan itu setelah membacanya.

Ia pun kembali mengulang pernyataannya, bahwa lembaga TNI dari tiga matra dan Polri tidak terlibat baik dari segi skenario dan pelaksanaan penembakan tersebut. “Alhamdulillah kita bersyukur,” kata Amien.

Namun, ia tak menyebut secara gamblang pihak yang harus bertanggung jawab dalam penembakan laskar FPI itu. 

Sebelumnya, Amien Rais juga mengatakan bahwa proses hukum kasus penembakan itu harus dilakukan secara terbuka dan jujur. Ia juga berharap dengan keterbukaan itu, kasus pelanggaran HAM tidak akan terulang kembali.