Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Waspada! Banyak Anggota KPK Gadungan Berkeliaran di Masyarakat

Jumat, 14 Juni 2019 – 14:30 WIB

Ilustrasi anggota KPK (Foto: Istimewa)

Ilustrasi anggota KPK (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sepanjang periode 23 Mei 2019 hingga 14 Juni 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 60 laporan pengaduan masyarakat terkait anggota KPK gadungan. Para pelapor mengaku dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, modus yang digunakan mirip dengan modus penipuan yang mengatasnamakan KPK pada laporan pengaduan KPK gadungan sebelumnya. Yaitu masyarakat dihubungi oleh nomor telepon atau nomor handphone (sebagian besar nomor 088xxx).

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat kembali mewaspadai adanya petugas KPK "gadungan" yang berupaya melakukan penipuan. "Dalam beberapa waktu belakangan, sejak Ramadhan dan pascacuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah, kami mendapatkan laporan tentang sejumlah pihak yang mengaku dari KPK dan berupaya melakukan penipuan terhadap sejumlah pihak," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat 14 Juni 2019.

Saat ada oknum yang menghubungi calon korban, yang menjawab adalah mesin atau disampaikan selamat datang di layanan pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan surat peringatan dari KPK. Kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu.

Selanjutnya, kata dia, pelapor berbicara oleh oknum yang kemudian menanyakan nama dan nomor identitas. Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar di salah satu bank.

"Kemudian dikatakan, ada indikasi uang tersebut terkait dengan kasus korupsi. Kemudian pelapor seolah-olah dihubungkan ke kantor Polda tertentu atau ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di Polda tersebut," ujarnya.

Terakhir, pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya.

Selain itu, ungkap Febri, sejak hari pertama kerja setelah cuti bersama pada Senin (10/6) hingga hari ini terdapat 37 orang yang menghubungi "Call Center" KPK 198 karena mereka dihubungi oleh pihak yang mengaku dari KPK.

"Sebagian besar penelpon berlokasi di Jakarta. Beberapa nomor handphone yang menghubungi korban, di antaranya 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 0215234790, 0215236579, dan lain-lain," kata Febri.

KPK kembali mengingatkan pada masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan informasi keliru dan menawarkan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu.

"Jangan berikan data atau informasi pribadi anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK 198. Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," ujar Febri. (KIY)