Eks DPRD Bohong Matanya Ditusuk Petugas PPKM, Kombes Satake: Proses Hukum!

Rabu, 21 Juli 2021 – 11:20 WIB

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake (Foto: Polda Sumbar)

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake (Foto: Polda Sumbar)

SUMATERA BARAT, REQnews - Setelah videonya viral, mantan anggota DPRD Tapanuli Selatan yaitu Awaluddin Rao pun meminta maaf. Namun, proses hukum tetap berlanjut dan ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumbar, atas dugaan telah menyebarkan berita bohong dan melanggar UU ITE pasal 28.

"Ya tetap ditindaklanjuti. Permohonan maaf tidak menghentikan proses hukum," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi wartawan pada Senin 19 Juli 2021.

Kombes Satake menyebut pihaknya segera memanggil Rao untuk dimintai keterangan. "Kita akan tindaklanjuti dengan pemanggilan. Saat ini kasus dipegang penyidik di Ditkrimsus," kata Satake.

Sebelumnya, Awaluddin Rao sebagai pembuat sekaligus yang diduga sudah menyebarkan video tersebut hingga viral di media sosial, telah menyampaikan permohonan maaf di Mapolresta Padang, Minggu 18 Juli 2021.

"Saya rela dan ikhlas dan sebaliknya memohon maaf sedalam-dalamnya apabila dengan video viral itu mengurangi konsentrasi atau menambah tugas kepolisian, khususnya Polresta Padang. Mata saya mulai membaik,” kata Rao.

Ia mengatakan saat kejadian tersebut, dirinya dalam keadaan panik sehingga berteriak dan meminta tolong karena wajahnya telah berdarah. Tetapi ia mengatakan hal yang berlawanan dengan apa yang da di video, yaitu tak ada penusukan.

"Saya tidak melihat ada aparat yang menusuk saya. Namun saat itu saya sudah melihat sudah berdarah kening saya makanya saya berteriak-teriak meminta tolong. Intinya tidak ada saya melihat jelas ada aparat menusuk saya,” katanya.

Sebelumnya diketahui, polisi menyelidiki kasus video viral mantan anggota DPRD Tapanuli Tengah, Awaluddin Rao yang menyebutkan dirinya didorong petugas penyekatan PPMK Darurat di Padang, Sumatera Barat, Jumat 16 Juli 2021.

Video tersebut diduga menyebarkan berita bohong dan menyesatkan karena Rao tidaklah buta seperti yang dia sebutkan di dalam video tersebut.

"Kita selidiki kasus penyebaran video yang diduga berisikan berita bohong tersebut. Ini merugikan petugas PPKM yang bekerja. Dengan beredar video itu, seolah-olah petugas melakukan tindakan salah," ujar Kombes Satake Bayu Setianto saat dihubungi wartawan pada Minggu 18 Juli 2021.

Satake mengatakan penyebar video itu bisa dijerat pasal 28 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.