Jenderal Agus Murka, Kartel Kremasi Jadi Target Operasi!

Rabu, 21 Juli 2021 – 13:40 WIB

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto membuka ruang agar masyarakat yang menjadi korban kasus dugaan praktik kartel kremasi melapor ke pihak kepolisian.

Agus juga menyebut bahwa polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan dan mendalami kasus yang tengah ramai diperbincangkan oleh publik itu. "Sedang dilidik ya. Kalau ada korbannya ikut membantu, monggo silakan," ujar Agus kepada wartawan, Rabu 21 Juli 2021.

Tetapi, ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai temuan penyelidikan. Agus mengatakan pihaknya akan menyelidiki terkait bentuk pelanggaran hukum ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Silakan (masyarakat yang menjadi korban untuk melapor). Mari bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban masyarakat oleh kelakuan para pengkhianat mencari keuntungan di tengah pandemi yang terjadi," kata dia. 

Diketahui, sebelumnya beredar pesan singkat berisi pengakuan seorang warga yang dipatok harga tinggi untuk proses kremasi keluarganya yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Pengacara Hotman Paris pun turut bersuara, karena menurutnya korban ada yang dipatok harga hingga Rp 80 juta. Padahal, harga jasa tersebut dulu hanya berkisar Rp 7 juta.

"Ada warga ngadu ke saya, untuk biaya peti jenazah Rp 25 juta, transport Rp 7,5 juta, kremasi Rp 45 juta, lain-lain Rp 2,5 juta. Maka keluarga si korban harus membayar Rp 80 juta untuk kremasi," ujar Hotman melalui video uanggahan di akun instagram pribadinya @hotmanparisofficial pada Selasa 20 Juli 2021.

Hotman pun meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar segera menurunkan jajarannya untuk menindaklanjuti perkara tersebut. Karena, menurutnya pelaku dapat dijerat sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) meminta agar dapat diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha kepada rumah duka atau krematorium yang mematok harga tinggi di tengah pandemi.