Duh, Puluhan WNI Ditangkap Lantaran Makan Bersama Saat Idul Adha

Rabu, 21 Juli 2021 – 21:01 WIB

Malaysia (Foto:Istimewa)

Malaysia (Foto:Istimewa)

MALAYSIA, REQNews - Media Malaysia melaporkan penangkapan 30 warga negara asing yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah membenarkan adanya penangkapan WNI yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 Malaysia.

"Ada kejadian pelanggaran lockdown di dua tempat berbeda. Keduanya sudah dikonfirmasi dengan perwakilan RI di Malaysia," ujar Jubir Kemlu Teuku Faizasyah Rabu 21 Juli 2021 sore.

Teuku mengungkapkan KBRI di Kuala Lumpur mengonfirmasi kasus pelanggaran lockdown di wilayah Gambak, Selangor.

Ia juga menambahkan bahwa kabarnya ada beberapa yang masih menjalani pemeriksaan.

"KJRI Penang mengonfirmasi ada kasus di wilayah kerjanya dan sudah di cek dengan Kepolisian Penang, Malaysia. Tidak ada WNI yang ditahan, namun beberapa sempat dimintai keterangan."

Dikutip dari Utusan.com.my, Kamis 21 Juli 2021, mereka yang ditangkap melakukan pertemuan saat perayaan Idul Adha di sebuah rumah di Taman Selayang Utama, Batu Caves, Gombak.

Dalam sebuah video yang diunggah lewat Twitter, sebuah akun bernama @tukangrosok___ menampilkan rekaman yang diduga menjelaskan soal penangkapan sejumlah warga negara asing tersebut.

Di keterangan foto dituliskan bahwa kebanyakan yang ditangkap merupakan WNI.

Penangkapan tersebut dilakukan menyusul informasi publik yang diterima pusat kendali polisi Malaysia (IPD) Kabupaten Gombak sekitar pukul 10.00 waktu setempat tanggal 20 Juli 2021.

Kapolsek Gombak, Asisten Komisaris Zainal Mohamed Mohamed mengatakan, menindaklanjuti informasi tersebut, tim polisi dari Tim Kepatuhan mendatangi rumah tempat mereka berkumpul untuk melakukan pemeriksaan.

Dia mengatakan, pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa ada 31 orang di rumah itu yang mengadakan acara makan bersama merayakan Idul Adha.

"Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa hanya empat dari 30 orang asing yang memiliki dokumen perjalanan yang valid, sementara enam lainnya telah melewati masa berlaku Izin Kunjungan Kerja Sementara (PLKS)."

"20 orang lagi tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah," katanya dalam sebuah pernyataan.

Mereka semua dibawa ke IPD Gombak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai Pasal 269 KUHP, yang merupakan tindakan lalai yang dapat menularkan Covid-19 yang berbahaya bagi kehidupan.