Sri Mulyani Mengaku Paham Keluhan Pengusaha saat Pandemi, Tapi...

Rabu, 21 Juli 2021 – 22:02 WIB

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

JAKARTA, REQnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, dirinya tidak bisa melihat ekonomi RI secara homogen atau hanya dari satu sisi.

Menurutnya, memang banyak sektor usaha yang terdampak saat pandemi. Meski demikian, ada juga sektor yang justru bertumbuh akibat pandemi, seperti sektor farmasi dan kesehatan.

Sementara yang paling nyaring bersuara karena paling terdampak, seperti pengusaha hotel, restoran, dan transportasi. Sri Mulyani mengaku mendengarkan dan memahami keluhan para pengusaha yang akhir-akhir ini nyaring dilontarkan akibat tekanan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kami bisa memahami kalau suara pengusaha pasti akan beragam dan biasanya yang bersuara adalah mereka yang masih menghadapi situasi tidak mudah, baik market-nya belum pulih, demand masih lemah, atau mereka yang terdampak oleh langkah (PPKM Darurat)," ujarnya saat konferensi pers APBN KiTa secara daring, Rabu, 21 Juli 2021.

Namun, Sri Mulyani menyebut terjadi pemulihan yang bervariasi di berbagai sektor, sehingga suara yang di kalangan pengusaha pun berbeda-beda.

Dia mengatakan, akan melihat data dan merespons kebutuhan secara lebih spesifik, seperti daerah mana saja yang terdampak PPKM Level 4 dan mana yang tidak terdampak berat.

"Karena Indonesia ini negara besar, daerah-daerahnya berbeda, sektor yang penting bagi masyarakat juga berbeda-beda dan ini yang membuat policy kita sangat bervariasi (diverse) karena dampak dan pemulihannya juga bervariasi," jelasnya.

Lebih jauh, Ani menyatakan pihaknya akan terus mempertajam kebijakan yang selama ini diberikan kepada dunia usaha, seperti insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, 22, 23, 25, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Dia juga menyebut pemerintah akan melakukan langkah ekstra dengan memberi bantuan berupa subsidi upah untuk sektor tertentu. Pasalnya, hingga Juni lalu pertumbuhan ekonomi berjalan relatif baik namun pada Juli ledakan kasus covid-19 kembali memukul sektor usaha tertentu.

"Kami dari Kementerian Keuangan bersama BI, OJK, dan LPS akan mengawal dinamika ini. Kami tahu ini akan terus bergerak jadi kami akan terus meningkatkan respons kami sambil mendengar dan melihat data," bebernya.