Cuitan Jokowi Soal Muazin saat Salat Ied Dikritik Netizen, Menag: Tak Ada yang Salah

Rabu, 21 Juli 2021 – 22:32 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, REQnews - Sejumlah netizen mengkritik cuitan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di media sosial soal salat Ied di Istana Bogor.

Dalam cuitannya, Jokowi menyebut ada muazin dalam Salat Idul Adha. Padahal pada salat Ied, tersebut tidak didahului dengan azan ataupun ikamah.

"Salat Idul Adha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres. Kata sang khatib, “semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar," demikian cuitan Jokowi pada Selasa 20 Juli 2021.

Para netizen pun mempertanyakan maksud muazin dalam salat di Istana yang ditulis Jokowi. Mereka mempertanyakan hal itu karena salat Ied adalah salat sunnah yang tak diawali dengan azan.

Meski demikian, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membela Presiden Joko Widodo yang dikritik netizen. Menurutnya, pernyataan Jokowi tidak salah. Dikatakan Yaqut, muazin dan bilal dua istilah yang punya makna sama.

"Tidak ada yang salah. Muazin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih," kata Yaqut lewat pesan singkat, Rabu, 21 Juli 2021.

Secara harfiah, sambungnya, muazin bermakna orang yang mengumandangkan azan. Adapun Bilal adalah nama sahabat Nabi Muhammad SAW yang pertama kali mengumandangkan azan.

Yaqut menjelaskan, muazin tidak hanya berperan mengumandangkan azan. Muazin, kata dia, juga memberi peringatan saat salat hendak dimulai.

Ketua Umum GP Ansor itu menambahkan, muazin juga ada dalam pelaksanaan salat Ied yang berperan memberi tanda sesaat sebelum salat dimulai. "Kalau di salat Id, muazin atau bilal dia yang mengomando, 'Assolaatu jaami'ah..'," ucap Yaqut.