Militer Myanmar Tangkap Dokter yang Rawat Pasien Covid-19 Secara Mandiri

Kamis, 22 Juli 2021 – 23:31 WIB

Ilustrasi Dokter (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Dokter (Foto:Istimewa)

MYANMAR, REQNews -  Media dan rekan para dokter mengatakan, junta menangkap banyak dokter yang merawat pasien Covid-19 secara mandiri. Sementara itu, kesehatan negara kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, masyarakat menggelar unjuk rasa dan mogok kerja. Situasi itu mendorong negara dalam gejolak dan mempersulit respon pandemi Covid-19.

Aktivis mengatakan banyak dokter yang ditangkap karena peran mereka dalam gerakan sipil.

Demi membantu pasien yang ditolak rumah sakit negara karena melawan militer atau kesulitan menemukan rumah sakit, sejumlah dokter berpartisipasi dalam gerakan anti-junta memberikan nasihat medis gratis melalui telepon. Pada sejumlah kasus mereka mengunjungi pasien.

Namun media dan dokter mengatakan, beberapa pekan terakhir militer menangkap sembilan dokter sukarelawan yang memberikan layanan medis via telepon.

Penangkapan dilakukan di dua kota terbesar di Myanmar, Yangon dan Mandalay.

Tim informasi pemerintah militer, Dewan Administrasi Negara mengeluarkan pernyataan yang membantah laporkan penangkapan lima orang dokter di Yangon. Tapi mengakui penangkapan di Mandalay. Dokter di kota tersebut aktif berpartisipasi dalam gerakan sipil.