Bambang Brodjonegoro Jabat Komisaris PT Oligo Infrastructure Indonesia, Ini yang Bakal Dilakukan

Jumat, 23 Juli 2021 – 20:06 WIB

Bambang Brodjonegoro (Foto: Istimewa)

Bambang Brodjonegoro (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Presiden Komisaris di PT Oligo Infrastructure Indonesia.

Dengan begitu, ada lima perusahaan yang mempercayai Bambang sebagai komisaris. Empat perusahaan lainnya seperti PT Astra Internasional Tbk, PT TBS Energi Utama Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Bukalapak.

Sementara, Presiden Direktur PT Oligo Infrastructure Indonesia, Cynthia Hendrayan mengatakan dengan bergabungnya Bambang sebagai Presiden Komisaris adalah satu nilai tambah yang tidak bernilai bukan hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat luas. 

Ia menilai Bambang terbukti bisa memberikan manfaat dari buah pemikiran dan kerja nyatanya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas 2016-2019.

"Bapak Bambang adalah sosok terbaik dan paling tepat untuk menjadi pemimpin dewan komisaris untuk Oligo, dan kami siap berkolaborasi untuk dapat mewujudkan banyak sekali perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam tata kelola sampah dan lingkungan hidup di Indonesia," ujar Cynthia melalui keterangan tertulisnya pada Jumat 23 Juli 2021.

Setelah tak lagi menjabat sebagai menteri, Bambang pun tetap produktif khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat lewat berbagai inovasi berbasis riset dan teknologi terapan.

Pada akhir masa jabatannya sebagai pejabat eksekutif, ia masih mendorong upaya ketersediaan energi sekaligus mengusahakan peningkatan peran energi baru terbarukan (EBT).

Bambang pun melakukan beberapa inovasi dan kesiapan teknologi agar mampu mencapai target kontribusi EBT pada 2025 mendatang. Isu lingkungan hidup khususnya terkait sampah, menjadi perhatian Bambang saat ini. 

Menurutnya, permasalahan sampah adalah bahaya laten yang menghantui masa depan tata kelola lingkungan negeri ini, khususnya tatanan sosial kemasyarakatan serta derajat kualitas kesehatan.

Dalam mengatasi situasi tersebut, ia mengatakan bahwa Indonesia perlu mengadopsi model sirkuler ekonomi. Yaitu di mana kegiatan pemanfaatan kembali, daur ulang, dan pabrikan yang bertanggung jawab juga mendukung pertumbuhan industri dan terbukanya lapangan kerja.

"Saya memiliki pengharapan bahwa kota-kota besar di Indonesia bisa meninggalkan pengolahan sampah cara-cara tradisional. Indonesia, dan khususnya para kepala daerah harus mulai mengadaptasi berbagai pilihan teknologi, salah satunya Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), yang merupakan bagian dari implementasi sirkuler ekonomi," kata Bambang.

Sehingga, lanjutnya, dengan satu aktivitas seperti ini, baik pemerintah maupun masyarakat bisa mencapai beberapa tujuan, yaitu untuk kebersihan lingkungan, pemanfaatan material sisa untuk penyediaan energi, dan pengurangan konsumsi bahan bakar fossil.

Menurut, Bambang PSEL yang merupakan proyek strategis nasional sesuai Perpres No 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan adalah system pengolahan sampah yang bertujuan untuk memusnahkan sampah secara signifikan dan ramah lingkungan, dan juga menghasilkan listrik, dan bertujuan untuk membantu kepala daerah dalam menuntaskan permasalahan kedaruratan sampah.

Hal ini menjadi penting karena dalam kerangka Paris Agreement dan pedoman ekonomi hijau dunia dimana saat ini negara-negara di dunia berlomba mewujudkan tata kelola berbasis ekonomi sirkuler.

Ia menyebut bahwa tren ekonomi selama ini bersifat linier di mana limbahnya tidak dikelola dan hasilnya menjadi beban bukan hanya hari ini, namun masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan ekonomi sirkuler, kata dia, limbah yang muncul dari kegiatan manusia dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dampak lingkungannya menjadi minimal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Menjadi Presiden Komisaris pada PT Oligo Infrastruktur Indonesia (Oligo) yang secara resmi telah ditetapkan pada 1 Juli 2021 yang lalu adalah cara Bambang dalam meluapkan buah pemikirannya dalam bidang teknologi.

Oligo, kata dia, menjadi rumah bagi saya untuk dapat mendukung pengembangan teknologi-teknologi yang menuntaskan sampah yang memberikan solusi jangka panjang bagi bangsa dan negara ini.

"Presiden Jokowi bahkan terus mendorong terciptanya program-program seperti ini di berbagai kota besar di Indonesia. Untuk itu saya sangat antusias dan menyambut baik peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya," katanya.