Ini Profile Bambang Brodjonegoro yang dalam Tiga Bulan, Jadi Komisaris di Lima Perusahaan

Sabtu, 24 Juli 2021 – 16:02 WIB

Bambang Brodjonegoro (Foto:Istimewa)

Bambang Brodjonegoro (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Saat Ini Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. menduduki jabatan komisaris di lima perusahaan yakni PT Bukalapak.com, PT Telkom Indonesia (persero), Astra Internasional Tbk, PT TBS Energi Utama tbk dan PT Oligo Infrastruktur Indonesia.

Semua jabatan komisaris tersebut di dapatnya pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 hanya dalam waktu tiga bulan. Sebelumnya Bambang Brodjonegoro merupakan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju.

Bambang Brodjonegoro resmi dilantik pada 23 Oktober 2019 dan diberhentikan pada 28 April 2021 setelah penggabungan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Bambang Brodjonegoro dipercaya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dari 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019, sebelumnya di kabinet yang sama dia adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016. Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990. Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1997.

Sebagai akademisi, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE - UI. Lalu ia dipercaya menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI.

Pada tahun 2006, ia dikukuhkan menjadi guru besar UI setelah 9 tahun mengajar di kampus tersebut (atau 7 tahun sejak ia menjadi Pegawai Negeri Sipil), hal tersebut menjadikannya salah satu guru besar berusia muda. Pada tahun 2007, ia sempat mendaftar menjadi bakal calon rektor UI.