Lukman Sardi Telat Bayar Listrik, PLN : Bayar Listrik Sebelum Tanggal 20 Agar Tidak Kena Sanksi

Sabtu, 24 Juli 2021 – 14:01 WIB

Ilustrasi petugas PLN (Foto: Istimewa)

Ilustrasi petugas PLN (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setelah aktor Lukman Sardi mempertanyakan atas dasar apa petugas listrik mengancam akan memutus listrik di rumahnya, PT PLN (Persero) pun buka suara. 

 

Manager PLN UP3 Kebon Jeruk PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Subagio, mengingatkan masyarakat untuk membayar listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari sanksi.

pelanggan juga perlu melihat lagi Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Di dalam SPJBTL terdapat kewajiban dan hak dari pelanggan PLN.

Adapun salah satu kewajiban pelanggan, kata Subagio adalah membayar listrik di bawah tanggal 20 setiap bulannya. Disebutkan dalam SPJBTL, jika tidak membayar, maka akan dilakukan pemutusan. 

Oleh karena itu, PLN kerap mengirimkan surat kepada pelanggan yang membayar listrik lewat dari tanggal 20.

Pada perjanjian tersebut juga dijelaskan terkait sanksi apabila pelanggan membayar lebih dari tanggal yang ditetapkan mulai dari pemutusan sampai denda keterlambatan.

"Salah satu kewajiban pelanggan bayar listrik di bawah tanggal 20 setiap bulan. Dan di dalam SPJBTL kalau tidak membayar, maka PLN akan melakukan pemutusan," katanya Sabtu 24 Juli 2021.

 

Dia mengatakan, pihaknya berharap untuk mengembalikan kesepakatan antara pelanggan dengan PLN. Dalam hal ini, PLN memproduksi listrik terlebih dahulu, lalu dinikmati pelanggan dan diberi jangka waktu 20 hari.

“Pembayaran tagihan listrik tersebut bisa dibayarkan pada tanggal 1-20 di bulan berikutnya. Di mana untuk tagihan listrik Juli merupakan penggunaan listrik di bulan Juni,” kata Subagio.

 

Petugas PLN yang datang ke rumah Bapak Lukman Sardi menurutnya juga beritikad baik untuk memberikan surat penagihan kepada pelanggan.

 

Sebelumnya, Lukman Sardi mengeluhkan pelayanan PT PLN (Persero) yang mengancam akan memutus listrik di rumahnya padahal baru telat membayar 2 hari. Curhatan tersebut ia bagikan melalui akun Twitter pribadinya @lukmansardi.

"Mohon pencerahan dan penjelasannya @pln_123 kenapa seperti itu ya? Dulu2 saya nggak pernah di datengin seperti itu,dan ini dateng2 sambil ngancem2 mau diputus,semua bukti bayar selalu saya simpan. Terima kasih buat perhatiannya" cuit Lukman dikutip REQnews.com, Sabtu 24 Juli 2021.

Dia juga mengatakan, sebagai pelanggan PLN tidak pernah nunggak pembayaran listrik. Paling telat dia membayar dalam 2-3 hari dari jadwal yang ditetapkan. Lukman juga mempertanyakan apa dasar PLN memutuskan sambungan listrik rumahnya.

"Sebagai konsumen saya nggak pernah nunggak listrik,paling banter telat bayar 2 / 3 hari,ini kenapa dari bulan kemaren orang2 @pln_123
selalu dateng ke rumah,dan puncaknya hari ini dengan bawa surat kalau masih seperti itu akan diputus? Atas dasar apa ya?" tulis Lukman.