Novel Baswedan: Jika Dewas Tak Berbenah, Pimpinan KPK Akan Lebih Berani Lakukan Pelanggaran

Sabtu, 24 Juli 2021 – 21:09 WIB

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Novel Baswedan (Foto: tangkapan layar dalam konferensi pers virtual, Sabtu 24 Juli 2021)

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Novel Baswedan (Foto: tangkapan layar dalam konferensi pers virtual, Sabtu 24 Juli 2021)

JAKARTA, REQnews - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Novel Baswedan khawatir jika Dewan Pengawas (Dewas) KPK tak segera berbenah, Novel khawatir para pimpinan KPK akan semakin berani untuk melakukan pelanggaran.

"Kalau sikap Dewas seperti ini justru membuat pimpinan KPK semakin berani untuk berbuat pelanggaran-pelanggaran, kenapa, karena dewasnya begitu berpihak," ucap Novel dalam konferensi pers virtual, Sabtu 24 Juli 2021.

Diketahui, Dewas KPK telah menyatakan laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Firli Cs yang dilayangkan 75 pegawai tak lolos TWK tidak cukup bukti sehingga diputuskan tidak dilanjutkan ke persidangan etik.

Kesimpulan itu diperoleh usai Dewas meminta klarifikasi terhadap pelapor, terlapor, pihak internal KPK, pihak eksternal KPK, hingga pemeriksaan terhadap puluhan dokumen dan rekaman terkait aduan.

Padahal menurutnya, hasil pemeriksaan dari Ombudsman sudah jelas menggambarkan tentang banyaknya terjadi mala administrasi berupa perbuatan sewenang-wenang, pelanggaran-pelanggaran prosedur, dan perbuatan yang tidak patut. 

"Ketika masalah pelanggaran masalah seperti persekongkolan dan ini tidak direspon sungguh-sungguh maka pada dasarnya kita sedang ingin membiarkan KPK dirusak" katanya.

Novel juga mempertanyakan kompetensi yang dimiliki oleh Dewas KPK untuk melakukan pemeriksaan atau pendalaman investigasi.

"Direspons dengan seperti itu kemudian kita menjadi pertanyaan ini adalah di dewan pengawas ini ada apa, apa beliau-beliau tidak mempunyai kompetensi melakukan pemeriksaan atau pendalaman investigasi, kok saya kurang yakin," ucap Novel dalam konferensi pers virtual, Sabtu 24 Juli 2021.

Kata dia, permasalahan ini sudah sangat jelas dan ada begitu banyak bukti konkret.

"Saya secara pribadi sangat sedih karena seharusnya dewan pengawas sungguh-sungguh, karena tupoksinya paling utama adalah pengawasan. Tapi ketika hal sangat besar, sangat serius yang bukti lengkap, seperti skandal yang sangat besar di depan mata kemudian tidak keliatan ini tentu masalah besar buat dewan pengawas," ucapnya.

Novel juga khawatir bahwa Dewas KPK justru mudah dikelabui, mengingat usia mereka yang sudah terbilang senior. Sebab, menurut Novel, penjelasan yang diberikan oleh Dewas justru membuat mereka bertindak seperti kuasa hukum atau pembela.


"Saya berpikir beliau-beliau karena senior, beliau mudah dikelabui oleh pihak-pihak terperiksa, saya khawatir itu," ujarnya.

Harapan Novel, Dewas KPK bisa berbenah untuk melakukan fungsinya sebagai seorang pengawas. Apalagi, Novel menilai anggota Dewas sebenarnya memiliki dedikasi kerja yang baik.

Lebih lanjut, Novel menuturkan jika tak segera berbenah, maka akan berbahaya untuk KPK dan upaya pemberantasan korupsi ke depannya.

"Semoga upaya-upaya mengingatkan dewan pengawas ini bisa mendapat hasil baik untuk kepentingan semua, untuk kepentingan dewan pengawas dan masing-masing pejabat itu sendiri," katanya.