Dua Oknum TNI AU yang Injak Kepala Warga Papua jadi Tersangka

Rabu, 28 Juli 2021 – 23:31 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Polisi militer akhirnya menetapkan Sersan Dua (Serda) berinisial A dan Prajurit Dua (Prada) berinisial V, dua oknum anggota TNI AU yang menginjak seorang warga di Merauke, Papua, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah, mengatakan kedua oknum anggota TNI AU itu juga telah menjalani penahanan untuk 20 hari ke depan. Menurutnya, berdasarkan hasil penyidikan Satpom Lanud Dma menyatakan bahwa keduanya adalah tersangka tindak pidana.

"Serda A dan Prada V telah ditetapkan sebagai tersangka tindak kekerasan oleh penyidik. Saat ini kedua tersangka menjalani penahan sementara selama 20 hari, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya," kata Indan, Rabu, 28 Juli 2021.

Peristiwa penganiayaan ini terungkap setelah beredar sebuah video yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak salah satu anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boots.

Buntut dari peristiwa itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mencopot Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud Johanes Abraham Dimara di Merauke.

Hadi juga mengaku marah dengan tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum anggota TNI AU itu terhadap warga Papua. "Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," cetus dia, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.