Rakyat Sulit dapat Perawatan di RS, Rencana Isoman Anggota DPR Tak Punya Rasa Empati

Kamis, 29 Juli 2021 – 07:32 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Pemberian fasilitas hotel bintang 3 sebagai tempat isolasi bagi anggota dewan hingga staf yang terpapar virus corona (Covid-19) mendapat banyak kritik dan kecaman.

Sebab, kebijakan itu mencuat saat masyarakat yang positif terpapar Covid-19 justru kesulitan untuk bisa mendapat perawatan baik di rumah sakit atau di tempat lain agar bisa sembuh dari virus tersebut. Pada akhirnya, banyak masyarakat yang terpaksa isolasi mandiri di rumah karena tak mendapatkan tempat perawatan.

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, mengungkapkan kebijakan tersebut harus menimbang dari segi urgensi dan rasa empati terhadap rakyat. Jazuli meminta agar Sekjen DPR tidak perlu menyewa fasilitas khusus seperti hotel atau penginapan. Menurut dia, lokasi isolasi cukup menggunakan fasilitas yang dimiliki DPR seperti Wisma DPR di Kopo, Bogor atau fasilitas milik DPR lainnya.

"Pada praktiknya harus benar-benar menimbang urgensi, prioritas, dan empati terhadap kondisi rakyat kebanyakan yang jauh lebih sulit dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Bahkan kami mengusulkan agar fasilitas isoman tersebut tidak hanya digunakan oleh anggota dan pegawai DPR tapi juga terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan tempat isolasi mandiri," ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Anggota Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Anas Thahir, menilai fasilitas isolasi mandiri di hotel bagi anggota Dewan yang positif Covid-19 bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Penjelasan Kesekretariatan Jenderal DPR ihwal fasilitas isoman tersebut, dinilainya justru malah kontraproduktif.

Anas mengatakan anggota DPR yang positif Covid-19 masih bisa menggunakan fasilitas rumah jabatan anggota atau RJA. Rumah jabatan ini, kata dia, cukup representatif untuk tempat isoman karena tak kontak langsung dengan masyarakat, memiliki halaman cukup luas, dan memungkinkan untuk aktivitas di ruangan tanpa berinteraksi langsung dengan orang lain.

Menurutnya, anggaran sewa hotel berbintang pun lebih baik dialihkan untuk keperluan yang lebih penting dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terimbas Covid-19. Dia mengatakan, kondisi keuangan negara sedang tidak baik dan DPR tak perlu semakin membebaninya hanya untuk fasilitas isoman.

Sekretariat Jenderal DPR sebelumnya mengumumkan penyediaan fasilitas isolasi mandiri bagi anggota Dewan, Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Ahli, Staf Administrasi Anggota, dan Pegawai Pemerintah Non-ASN (PPASN) di lingkungan DPR yang positif Covid-19. Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar, mengatakan fasilitas ini tak termasuk untuk anggota keluarga.

Menurutnya, penyediaan fasilitas isolasi mandiri ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kian parah belakangan ini. Dia mengatakan, beberapa pekan lalu ada belasan anggota Dewan yang positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di kompleks rumah dinas Kalibata, Jakarta Selatan.

Komplain pun bermunculan dari sejumlah anggota Dewan lainnya yang tinggal berdekatan dengan mereka. Menurut Indra, mereka khususnya yang memiliki anak-anak kecil khawatir terjadi penularan di lingkungan tersebut.

Maka dari itu, Indra melanjutkan, Sekretariat Jenderal DPR menjajaki kerja sama dengan Hotel Ibis dan Oasis di Jakarta. Ia mengantisipasi agar anggota Dewan tak perlu isoman di rumah dinas Kalibata seumpama positif Covid-19 nantinya. "Kalau nanti ada anggota yang positif lagi supaya tidak berada di lingkungan kompleks Kalibata karena menimbulkan risiko di dalam rumahnya dan di dalam lingkungannya," ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengklaim bahwa fasilitas isolasi mandiri yang diberikan Setjen DPR tak hanya diperuntukkan khusus untuk anggota DPR. Menurutnya, seluruh perangkat yang melekat di DPR seperti tenaga ahli, staf dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan DPR bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Perlu saya jelaskan bahwa yang disiapkan fasilitas isoman bukan hanya anggota DPR. Tetapi meliputi tenaga ahli, kemudian staf anggota DPR dan ASN yang berada di lingkungan DPR. Jadi tidak khusus hanya anggota DPR," kata Dasco. Dia menyebut saat ini pihaknya telah menyiapkan Wisma Kopo DPR sebagai skala prioritas tempat Isoman bagi perangkat DPR. Meski demikian, ia menyebut Setjen DPR telah menyiapkan dua fasilitas tempat lainnya untuk antisipasi bila Wisma Kopo sudah penuh.

Lebih lanjut, Dasco menyatakan pihaknya berusaha memberikan upaya maksimal menekan laju penularan Covid bagi seluruh perangkat DPR. Ia menegaskan seluruh pegawai di lingkungan DPR tetap harus diperhatikan karena banyak dari mereka yang tinggal bersama keluarganya.

"Tapi ini kan bukan hanya anggota DPR ada ASN yang ngumpul dengan keluarga, ada Tenaga Ahli anggota DPR yang ngumpul dengan keluarga. Nah kalau kemudian dia sakit Covid-19 dan kemudian tidak dicarikan tempat maka otomatis akan menular," kata dia.