Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Minggu Depan, Negara Anggota Uni Eropa yang Setuju Reformasi Hak Cipta akan Temui Parlemen Eropa

Minggu, 10 Februari 2019 – 07:00 WIB

Uni Eropa

Uni Eropa

JAKARTA, REQNews - Upaya Uni Eropa menulis ulang regulasi hak cipta yang sudah berumur dua dekade adalah demi mempertimbangkan sejumlah platform akun online seperti Google Alphabet Inc. Perusahaan ini bergerak maju selangkah pada hari Jumat (8/2/2019) ketika mayoritas negara anggota Uni Eropa menyepakati sebuah posisi bersama untuk pembicaraan dengan anggota parlemen Eropa minggu depan.

Negosiasi terhenti bulan lalu setelah negara-negara Uni Eropa gagal menjembatani perbedaan di antara mereka. Mereka berdebat mengenai apakah perusahaan kecil harus dikenai regulasi tersebut. Sejumlah kritik menyalahkan lobi yang dilakukan Google dan perusahaan lainnya.

Italia, Polandia, Belanda, Swedia, Finlandia, Luksemburg, Malta, dan Slovakia melakukannya. Namun, sebagiamana diberitakan Reuters, negara-negara ini tidak menyetujui rancangan tersebut.

Uni Eropa sekarang harus menyesuaikan sikapnya dengan Komisi Eropa dan Parlemen Eropa.

Komisi, yang membuka debat tentang masalah ini dua tahun lalu, telah mengatakan, perombakan akan melindungi warisan budaya Eropa dan menyamakan kedudukan di antara perusahaan online yang besar dan penerbit, penyiar dan artis.

Kepala digital Uni Eropa Andrus Ansip mengatakan, dia berharap mereka bisa mencapai kesepakatan pada pembicaraan berikutnya di hari Selasa dan Rabu.

“Senang melihat negara-negara UE sekali lagi menemukan suara bersama tentang reformasi hak cipta ... Saya berharap untuk kesepakatan akhir minggu depan. Orang Eropa berhak atas aturan hak cipta yang sesuai dengan usia digital: itu baik untuk kreator, platform dan untuk pengguna internet biasa, ”ujar Ansip melalui cuitannya di Twitter.

Kelompok-kelompok pelobi Asosiasi Media Majalah Eropa, Asosiasi Penerbit Koran Eropa, Dewan Penerbit Eropa, dan Media Berita Eropa menyambut baik kesepakatan itu. Tetapi mereka mengatakan, lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi hak-hak mereka.

“Itu masih akan menimbulkan ketidakpastian hukum secara substansial bagi penerbit pers karena tidak terlindungi dengan cukup jelas penggunaan konten pers oleh agregator berita dan mesin pencarian, yang merupakan tujuan menyeluruh dari hak, ” kata mereka dalam suatu pernyataan bersama.

Pasal kontroversial

Pasal 11 dari proposal itu akan memaksa perusahaan seperti Google dan Microsoft Corp membayar penerbit untuk menampilkan cuplikan berita. Sedangkan Pasal 13 mengharuskan platform online seperti YouTube dan Instagram untuk memasang filter yang dapat mencegah pengguna mengunggah materi berhak cipta. Kedua pasal ini adalah yang paling kontroversial.

Anggota parlemen Uni Eropa Julia Reda dari European Pirate Party (PPEU) mengkritik kompromi yang dicapai Prancis dan Jerman terhadap perusahaan kecil. Ia juga meminta Eropa menekan anggota parlemen untuk menolak kesepakatan itu.

“Kesepakatan Prancis-Jerman itu sebenarnya lebih ekstrem dari versi sebelumnya. Dibutuhkan semua platform yang lebih dari tiga tahun untuk secara otomatis menyensor semua unggahan penggunanya dan menempatkan beban yang tidak masuk akal bahkan pada perusahaan-perusahaan terbaru, ”kata Julia.

Negara-negara Uni Eropa juga mencapai posisi bersama untuk negosiasi minggu depan dengan anggota parlemen dan Komisi Uni Eropa tentang regulasi yang dikenal sebagai undang-undang platform-to-bussiness (P2B) yang bertujuan membatasi kekuatan perusahaan seperti Google dan Apple Inc.

Diluncurkan oleh Komisi Eropa pada April tahun lalu, usulan legislasi tersebut berupaya mencegah praktik bisnis yang tidak adil dengan toko aplikasi (app store), mesin pencari, situs e-commerce dan situs pemesanan hotel dalam upaya untuk memastikan tingkat persaingan antara perusahaan teknologi dan bisnis konvensional.

Amazon Marketplace, eBay, Apple App Store, Google Play, Facebook Marketplace, Booking.com, dan Leboncoin.fr berada di antara perusahaan yang akan terdampak oleh proposal tersebut. (Prazz)