Mengerucut 2 Nama, Siapa Calon Panglima TNI yang Dipilih Presiden? Seperti Ini Sosoknya

Kamis, 29 Juli 2021 – 19:31 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto:Istimewa)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Sampai hari ini nama calon jenderal yang akan menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menjadi pertanyaan yang menarik dan banyak ditanya.

Kedua sosok yang namanya kerap santer dibicarakan adalah KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa. Lantas siapa yang nantinya dipilih presiden sebagai Panglima TNI yang baru?

Menjawab pertanyaan tersebut Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Feri Amsari menyatakan pendapatnya.

Dia berharap calon panglima TNI yang akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto dipilih berdasarkan profesionalitas, kepemimpinan, integritas dan loyalitas terhadap presiden. Jadi, Panglima TNI yang terpilih bukan karena hasil lobi-lobi politik.

Feri juga menilai sangat penting panglima yang terpilih nantinya tidak boleh bersikap dualisme loyalitas.

Misalnya, kepada presiden sekaligus terhadap parpol atau broker pelobi. "Panglima TNI harus loyal hanya kepada presiden. Lebih tepatnya, Panglima TNI harus loyal kepada negara, bangsa dan konstitusi," ujar Feri dalam keterangannya, Kamis 29 Juli 2021.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas itu menjelaskan panglima TNI juga harus seorang figur yang apolitis.

Jadi Perhatian Utama Presiden Jokowi Karena itu, tidak boleh berkaitan dengan kepentingan politik kubu mana pun. Sehingga Panglima TNI yang dipilih tidak ikut politik praktis dan patuh pada konstitusi serta HAM.

Panglima TNI harus loyal dan patuh pada presiden karena presiden merupakan Panglima Tertinggi TNI. Komunikasi politik yang dibangun dengan presiden pun harus baik dan langsung, tidak melewati orang lain. Sehingga dapat menerjemahkan semua perintah arahan presiden secara komprehensif.

sehingga tidak ada dominasi matra untuk menjadi Panglima TNI," kata Fanani.