Daftar Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Duitnya Bisa Buat Bantu Utang Negara Nih

Jumat, 30 Juli 2021 – 07:31 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Nama kakak beradik pemilik perusahaan rokok Djarum dan pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mempertahankan posisinya sebagai orang kaya nomor satu dan dua di Tanah Air, yakni Hartono bersaudara.

Hal itu berdasarkan data yang diakses dari Forbes Kamis malam, 29 Juli 2021. Selain Hartono bersaudara, beberapa nama lama tetap bercokol sebagai orang paling tajir di Indonesia.

Forbes sendiri merilis data The World's Real-Time Billionaires yang merupakan daftar yang diperbaharui setiap hari dengan melacak naik turunnya kekayaan miliarder di seluruh dunia.

Adapun di dunia, bos e-commerce Amazon Jeff Bezos masih berada di urutan pertama dengan kekayaan US$ 211,4 miliar atau setara dengan Rp 3.065 triliun (kurs Rp 14.500/US$) dan dalam sehari bertambah US$ 2,2 miliar atau Rp 32 triliun, berdasarkan data yang diakses Selasa malam, 27 Juli 2021.

Namun berdasarkan data yang diakses pada Kamis malam, 29 Juli 2021, pukul 22.00 WIB, kekayaan Bezos turun sehari sebesar US$ 3,8 miliar atau Rp 55 triliun. Dengan demikian hartanya turun jadi US$ 207,7 miliar.

Berikut update daftar 22 orang terkaya di Indonesia menurut Forbes 'The World's Real-Time Billionaires':

1. Robert Budi Hartono, US$ 18,2 miliar/Rp 264 triliun, BCA, Djarum
2. Michael Bambang Hartono, US$ 17,5 miliar/Rp 254 triliun, BCA, Djarum
3. Sri Prakash Lohia, US$ 6,2 miliar/Rp 90 triliun, Indorama
4. Prajogo Pangestu, US$ 5,6 miliar/Rp 81 triliun, Barito Pacific, Chandra Asri
5. Jerry Ng, US$ 4,8 miliar/Rp 70 triliun, Bank Jago
6. Chairul Tanjung, US$ 4 miliar/Rp 58 triliun, Bank Mega, CT Corp, Transmart
7. Eddy Kusnadi Sariatmadja, US$ 3,7 miliar/Rp 54 triliun, Emtek
8. Keluarga Dato' Sri Tahir, US$ 3,4 miliar/Rp 49 triliun, Mayapada
9. Djoko Susanto, US$ 2,3 miliar/Rp 33 triliun, Alfamart
10. Keluarga Mochtar Riady, US$ 2,1 miliar/Rp 30 triliun, Lippo
11. Martua Sitorus, US$ 2 miliar/Rp 29 triliun, Wilmar
12. TP Rachmat, US$ 1,9 miliar/Rp 28 triliun, Triputra
13. Peter Sondakh, US$ 1,5 miliar/Rp 22 triliun, Rajawali
14. Susanto Suwarto, US$ 1,3 miliar/Rp 19 triliun, Emtek
15. Edwin Soeyadjaya, US$ 1,3 miliar/Rp 19 triliun, Saratoga
16. Low Tuck Kwong, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Bayan
17. Sukanto Tanoto, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, APRIL, Raja Garuda Mas
18. Mudaya Poo, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Grup Berca
19. Winarko Sulistyo, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Fajar Paper
20. Hary Tanoesoedibjo, US$ 1,1 miliar/Rp 16 triliun, Grup MNC
21. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, US$ 1,1 miliar/Rp 16 triliun, Bumitama Agri
22. Alexander Tendja, US$ 1 miliar/Rp 15 triliun, Pakuwon.