Elektabilitas Parpol Ancur Lebur Selama Pandemi, Nasdem dan PSI Parah Banget

Sabtu, 31 Juli 2021 – 06:00 WIB

Ilustrasi parpol Indonesia

Ilustrasi parpol Indonesia

JAKARTA, REQnews - Survei terbaru Suara Milenial Institute menunjukkan, elektabilitas partai politik (parpol) di Indonesia porak poranda selama pandemi Covid-19 ini.

Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute Muhammad Aderman mengatakan, elektabilitas parpol Indonesia serentak turun dibandingkan perolehan pada Pemilu 2019 silam.

Aderman menyebut, kemungkinan besar parpol-parpol sudah tak mampu lagi menjaga perolehan suaranya di masa-masa sulit saat ini, ketika negara tengah berperang melawan pandemi.

"Ketika ditanyakan kepada publik, partai mana yang akan anda pilih jika pemilu sekarang? PDIP masih menempati urutan pertama dalam tingkat elektabilitas, namun suaranya menurun menjadi 17,5 persen," kata Aderman dalam keterangan resmi, Jumat 30 Juli 2021.

Ia menuturkan, publik tidak melihat adanya sumbangsih serius parpol dan kepedulian dalam meringankan beban masyarakat yang kesulitan akibat terdampak pandemi Covid-19.

"Penurunan terjadi hampir di semua partai politik yang pernah unggul di pemilu 2019, karena publik belum melihat sejauh mana sumbangsih mereka dalam meringankan beban masyarakat," ujar dia.

Survei ini dilakukan pada tanggal 15-22 bulan Juli 2021 dengan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling melalui melalui telepon dengan total responden sebanyak 1.000 responden dengan toleransi kesalahan (margin of error ) sebesar 3,01 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut data lengkap elektabilitas parpol di Indonesia, berdasarkan hasil survei Suara Milenial Institute:

1. Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI P) 17,5 persen.
2. Partai Gerindra 10.5 persen.
3. Partai Demokrat 6,9 persen.
4. Partai Kebangkitan Bangsa 6,4 persen.
5. Partai Keadilan Sejahtera 5,6 persen.
6. Partai Golkar 5,2 persen.
7. Partai Nasional Demokrat (NASDEM) 3,8 persen.
8. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 3,2 persen.
9. Partai Perindo 2,8 persen.
10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,7 persen.
11. Partai Amanat Nasional (PAN) 1,7 persen.
12. Partai Gelora Indonesia 1,5 persen.
13. Partai Ummat 0,8 persen.
14. Partai Berkarya 0,5 persen.
15. Partai Masyumi Reborn 0,4 persen.
16. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,4 persen.
17. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,3 persen.
18. Partai Garuda 0,2 persen.
19. Partai Kesatuan dan Keadilan Indonesia 0,1 persen.
Tidak menjawab 30,5 persen.