Varian Lambda jadi Ketakutan Baru Para Pakar

Minggu, 01 Agustus 2021 – 20:30 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Para ahli kesehatan dibuat khawatir dengan varian Lambda yang diyakini lebih mudah menular. Padahal, saat ini dunia disibukkan dengan varian Delta yang hingga kini belum usai.

Pada Juni, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan varian Lambda ke daftar varian yang membutuhkan perhatian. Meski penelitian mengenai varian ini masih dalam tahap awal, namun data menunjukkan ada beberapa fitur utama dari Lambda yang membuat khawatir.

Selain mudah menular, varian Lambda juga kemungkinan dapat menghindari vaksin daripada versi asli virus corona SARS-CoV-2, seperti dimuat New Zealand Herald.

Varian Lambda atau juga dikenal sebagai C37 pertama kali diidentifikasi di Peru pada Agustus 2020. Sejak saat itu, varian ini telah menyebar ke 29 negara, terutama di Amerika Selatan.

Insitut Kesehatan Nasional Peru menyebut varian Lambda telah menyumbang lebih dari 80 persen dari semua kasus Covid-19 di negara tersebut.

"Ketika kami menemukannya, itu tidak menarik banyak perhatian. Tapi pada Maret, (varian Lambda) mengisi 50 persen dari sampel di Lima. Pada April, itu 80 persen dari sampel di Peru," ujar ahli mikrobiologi mulekuler dari Universitas Cayetano Heredia, Dr. Pablo Tsukayama.

Dalam sebuah artikel untuk The Conversation, Dr Adam Taylor dari Menzies Health Institute di Griffith University Queensland menulis bahwa ancaman pasti yang ditimbulkan Lambda masih belum diketahui.

"Pada tahap ini diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bagaimana mutasinya berdampak pada penularan, kemampuannya untuk menghindari perlindungan dari vaksin, dan tingkat keparahan penyakit," jelasnya.

Ia mengatakan, Lambda memiliki beberapa mutasi yang menentukan pada protein lonjakan. Satu mutasi dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap antibodi yang dihasilkan virus.

"Ini berarti antibodi yang dihasilkan dari infeksi virus corona Wuhan asli tidak begitu efektif dalam menetralkan Lambda," tambahnya.