Sosok Nenek Kembar Louise dan Martine Fokken, PSK Tertua di Dunia yang Sudah Layani 335 Ribu Pria

Senin, 02 Agustus 2021 – 00:01 WIB

Nenek Kembar Louise dan Martine Fokken (Foto: Daily Mail)

Nenek Kembar Louise dan Martine Fokken (Foto: Daily Mail)

JAKARTA, REQnews - Saudara kembar asal Belanda, Louise dan Martine Fokken dijuluki sebagai pekerja seks tertua di dunia. Nenek kembar berusia 70-an tahun ini sudah berkecimpung di dunia prostitusi selama puluhan tahun.

Keduanya akhirnya pensiun pada tahun 2012. Sepak terjang keduanya begitu legendaris. Tak heran, kisah Louise dan Martine sampai diangkat menjadi film dokumenter berjudul 'Meet The Fokkens'.

Louise dan Martine mengaku, selama menjadi PSK mereka telah melayani lebih dari 335 ribu pria. Dilansir dari The Guardian, Minggu, 1 Agustus 2021, Louise bercerita, awalnya ia menjadi korban KDRT dari suaminya saat berusia 20-an tahun.

Ia dipukuli di jalan hingga diancam bakal dicerai jika tak mampu menghasilkan uang.

"Dia bilang padaku akan meninggalkanku kalau aku tidak bisa mendapatkan uang, dan aku punya anak dan mencintainya, jadi aku harus melakukan keinginannya," kata Louise Fokken.

Sementara itu, kembarannya Martine Fokken terjun ke dunia prostitusi setelah baru melahirkan anak pertamanya. Belakangan, ia baru mengetahui jika Louise sedang kesulitan dan menjadi PSK di salah satu area prostitusi di Amsterdam yang populer dengan nama Red Light District.

Mengetahui kesulitan kembarannya itu, Martine memutuskan untuk membantu Louise dengan bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat prostitusi itu.

Hingga suatu ketika ia juga ditawari terjun ke dunia prostitusi oleh seorang muncikari.

"Berawal dari situlah kami akhirnya bekerja di rumah bordil yang sama," kata Louise.

Bekerja dalam industri yang sama membuat Louise dan Martine lebih mudah melewatinya. Pasalnya, mereka sekaligus bisa menjaga satu sama lain dan saling menguatkan.

Keduanya pun memutuskan pensiun di tahun 2012. Diawali Louise dan tak lama kemudian Martine menyusul.

Baik Louise maupun Martine mengaku tak menyesal ataupun trauma pernah menjadi pekerja seks. Meski mereka mengakui, industri tersebut tak layak dijadikan sumber pendapatan hidup.

"Burung bangkai (pengacau) datang di tahun 2000. Para kriminal yang terorganisir. Orang-orangnya sekarang berbeda, mereka terlalu banyak minum, gemuk-gemuk dan tidak menghargai kami," kata Martine.