Gegara Positif Covid, Tersangka Penembak Laskar FPI Batal Diserahkan ke Kejagung

Senin, 02 Agustus 2021 – 16:40 WIB

Ilustrasi penembakan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi penembakan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polri menunda penyerahan tersangka dan berkas perkara terkait dengan kasus unlawful killing anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) ke Kejaksaan Agung. Itu dilakukan setelah salah satu tersangka terkonfirmasi positif Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan salah satu tersangka berinisial F dinyatakan positif Covid dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). "Positif. Sesuai dengan PCR dari laboratorium. Isoman," ujar Argo kepada wartawan, Senin 2 Agustus 2021.

Ia menyebut F diketahui berperan sebagai penembak terkonfirmasi Corona sejak kemarin dan seharusnya hari ini para tersangka kasus unlawful killing beserta barang bukti diserahkan ke Kejagung.

Berhubung F sedang sakit, pelimpahan tersangka dan barang bukti ditunda sampai F negatif Covid. "Kemarin tanggal 1 Agustus, di-PCR dalam rangka hari ini akan ditahap 2. Hasil positif," katanya. "Untuk pelimpahan tahap 2 menunggu salah satu tersangka negatif."

Diketahui, meski berkas sudah terpenuhi, namun Polri belum menyerahkan dua polisi tersangka penembak laskar FPI dalam peristiwa KM 50. Polri menyebut alasan belum diserahkannya kedua tersangka lantaran lokasi sidang yang masih dikoordinasikan.

"Belum (diserahkan). Masih dikoordinasikan tempat sidangnya, di Jawa Barat atau di Jakarta, mengingat saksi banyak di Jakarta" ujar Irjen Argo, Kamis 22 Juli 2021 lalu.

Tetapi, hingga saat ini pihak kepolisian belum juga mengungkap identitas kedua pelaku. Polri hanya menyebutkan inisial tersangkanya saja yaitu F dan Y. Pelaku F berperan sebagai penembak laskar FPI, sedangkan Y berperan sebagai sopir mobil.

Kepolisian pun serasa enggan menjelaskan kesatuan para tersangka. Kemudian, salah satu tersangka bernama Elwira Pryadi Zendrato diketahui telah dihentikan penyidikannya karena meninggal dunia.

Para tersangka pun tak dilakukan penahanan. Alasannya karena mereka kooperatif dan tidak akan melarikan diri. "Alasannya yang bersangkutan kooperatif. Yang bersangkutan tidak dikhawatirkan melarikan diri dan yang bersangkutan tidak dikhawatirkan untuk menghilangkan barang bukti," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Selasa 27 April 2021 lalu.

Seperti diketahui, 6 laskar FPI tewas ditembak oleh polisi di KM 50 ruas tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020. Saat itu mereka tengah melakukan pengawalan terhadap pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

Polisi yang saat itu melakukan pengintaian terhadap rombongan Rizieq Shihab dihalangi oleh pihak FPI. Hasil investigasi Komnas HAM menyatakan, dua anggota FPI tewas saat tiba di rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Sementara, empat anggota lainya tewas saat sudah dibawa dan berada di mobil petugas. Komnas HAM menyatakan ada indikasi unlawfull killing atau pembunuhan yang terjadi di luar hukum terhadap empat orang tersebut.

Terkait dengan penyerangan anggota polri, kemudian enam anggota FPI yang tewas di kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, ditetapkan sebagai terlapor.