IFBC Banner

Apes! Banding Ditolak, Rizieq Shihab Tetap Dipenjara 8 Bulan

Rabu, 04 Agustus 2021 – 20:34 WIB

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding yang diajukan oleh eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan di Petamburan.

IFBC Banner


Putusan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur nomor Nomor: 221/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim. Sehingga, Rizieq tetap mendapatkan hukuman penjara selama delapan bulan.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 27 Mei 2021 Nomor: 221/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim yang dimintakan banding tersebut," bunyi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta yang dikutip dari situs Direktori Putusan MA, Rabu 4 Agustus 2021.

Putusan tersebut diambil oleh ketua majelis hakim Sugeng Hiyanto dengan anggota Tony Pribadi dan Yahya Syam. "Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat peradilan, yang untuk tingkat banding sebesar Rp 5.000," bunyi putusan.

Diketahui, Rizieq telah divonis selama delapan bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Jaktim terkait kasus kerumunan di Petamburan. Dalam kasus kerumunan Megamendung, Pengadilan Tinggi Jakarta juga tetap memvonis Rizieq dengan denda sebesar Rp 20 juta atau penjara selama 5 bulan.

Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memvonis Rizieq dengan hukuman denda Rp 20 juta atau diganti hukuman 5 bulan penjara.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 226/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim tanggal 27 Mei 2021 yang dimintakan banding tersebut," bunyi putusan Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta, Rabu 4 Agustus 2021.

Putusan itu diambil oleh ketua majelis Sugeng Hiyanto dengan anggota Tony Pribadi dan Yahya Syam. Majelis hakim menilai penerapan pidana terhadap Rizieq yang didakwa telah melakukan pembarengan tindak pidana terikat dan berpedoman pada ketentuan dalam Bab VI Pasal 63 sampai dengan Pasal 71 KUHP tentang Pembarengan (concursus).

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta juga menilai majelis hakim PN Jaktim telah memberikan pertimbangan hukum dalam menjatuhkan pidana dalam perkara a quo. Bahwa pidana yang dijatuhkan terhadap Rizieq bukan semata-mata sebagai upaya balas dendam. "Akan tetapi lebih dititikberatkan sebagai upaya pembinaan," ujar majelis banding.