IDI Semprot Luhut soal Penghapusan Angka Kematian dari Data Covid-19

Rabu, 11 Agustus 2021 – 18:03 WIB

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, REQnews - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) benar-benar tak setuju dengan langkah Menko Bidang Kemaritiman dan Invesrtasi Luhut Bindar Pandjaitan yang menghapus angka kematian dari indikator penanganan Covid-19.

Wakil Ketua Umum IDI Slamet Budiarto mengatakan, harusnya pemerintah memperbaiki masalah yang menjadi alasan utama penghilangan data kematian tersebut, bukan malah menghapusnya.

"Harusnya yang di-update adalah kematian harian, kematian yang lalu dimasukkan dalam kematian kumulatif (total), bukan data harian," kata Slamet, seperti dikutip dari Merdeka, Rabu 11 Agustus 2021.

"Harusnya diperbaiki, bukan dihapus. Masa dihapus? Karena indikator penanganan Covid-19 hanya dua, angka infeksi dan angka kematian, termasuk angka kesakitan. Jika indikator tersebut dihapus, maka kita tidak memiliki pegangan. Harus diperbaiki salahnya dimana, aturannya diperbaiki," ujar dia menambahkan.

Sebelumnya, Luhut beralasan bahwa penghapusan data itu dilakukan lantaran ada masalah pada penginputannya.

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut.