IFBC Banner

Kronologi Perseteruan Richard Lee dengan Kartika Putri Sampai Terjadi Penangkapan

Kamis, 12 Agustus 2021 – 13:40 WIB

Richard Lee dan Kartika Putri

Richard Lee dan Kartika Putri

JAKARTA, REQnews - Praktisi kulit dan kecantikan Richard Lee diketahui sedang berseteru dengan aktris Kartika Putri. Baru-baru ini, Richard ditangkap penyidik Polda Metro Jaya di kediamannya, Jalan Brigjen Hasan Kasim, Palembang, Rabu, 11 Agustus 2021 pagi. Ia ditangkap terkait kasus pencemaran nama baik yang santer terdengar sejak awal Februari 2021.

Perseteruan keduanya bermula ketika Richard Lee mengunggah video review 'Helwa' dan dari hasil laboratorium, produk tersebut mengandung merkuri hidrokuinon pada Agustus 2020. Beberapa bulan setelahnya, ia mengunggah video review baru terhadap produk 'Helwa', dan melakukan tes laboratorium.

Richard mengatakan, produk 'Helwa' mengandung hidrokuinon tinggi, yakni 5,7 persen. Padahal, batas amannya sebesar 2 persen dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Unggahan video review Richard mendapat respons dari Kartika Putri selaku brand ambassador produk tersebut. Lewat unggahan video di YouTube sekitar 2 bulan lalu, Kartika merasa tak terima produknya disebut 'abal-abal'.

Kartika Putri kemudian mengundang Richard untuk bertemu. Dalam pertemuan tersebut, Kartika membawa pengacara dan melayangkan somasi hingga dua kali untuk Richard. Hal tersebut ditanggapi dengan permintaan maaf oleh praktisi kecantikab itu melalui unggahan video di YouTube.

Permintaan maaf itu ternyata tak menyelesaikan masalah. Kartika malah melaporkan Richard ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

Pada Kamis, 4 Februari 2021, Richard memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Ia diperiksa selama empat jam sejak pukul 14.00. Pada Minggu, 7 Februari 2021, 41.254 orang menandatangani petisi berjudul 'Selamatkan tokoh penyelamat kaum wanita Indonesia' yang mendukung Richard Lee.

Sehari setelahnya, pada 8 Februari 2021, Richard Lee mengatakan tak lagi mengulas krim berbahaya setelah berseteru dengan Kartika Putri. Keputusan itu diambil karena menyadari perlu banyak energi untuk melawan mafia.

"Jadi review krim berbahaya butuh energi lebih banyak, butuh waktu mengumpulkan energi dulu," kata Richard Lee saat berbincang dengan CNN Indonesia TV di acara Connected, Senin,8 Februari 2021.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) turut menanggapi perseteruan antara dokter Richard Lee dengan artis Kartika Putri terkait produk skincare.

"Kasus dr. Lee sepenuhnya tergantung pada pihak yang bersengketa, apakah sengketa ini ranah pribadi atau ke arah BPOM tentang kandungan krim, tapi kami siap membantu. Kalau perlu tenaga ahli kami siap membantu," ujar Arustiyono selaku Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM.

Dalam acara itu, Arustiyono juga memberi imbauan terkait kandungan yang dilarang dalam produk perawatan kulit, seperti kandungan pemutih, pewarna tekstil merah, serta krim yang mengandung merkuri.

"Itu sudah dilarang, merkuri sudah tidak boleh ada di produk kecantikan," ujar Arustiyono.

Pada April 2021, seharusnya menjadi bulan mediasi Kartika Putri dan Richard Lee, Namun sang dokter tidak hadir pada Rabu, 14 April 2021 karena mengetahui Kartika baru pulang dari Yaman. Sehingga, ia meminta aktris yang dikenal dengan logat 'ngapak' itu menuntaskan masa karantina terlebih dahulu.

Pada bulan yang sama, Kartika Putri sempat meminta maaf pada warganer karena telah mempertontonkan hal-hal yang tidak baik di media sosial. Di bulan Ramadan itu, ia mengatakan tak akan lagi membahas tentang kasus pencemaran nama baik tersebut di media sosial.

Akhirnya, pada Rabu, 11 Agustus 2021, Richard Lee mendadak ditangkap di kediamannya. Pengacara Richard, Razman Arif Nasution, mengungkapkan masih berada di Semarang dan bersiap berangkat ke Jakarta untuk mengurus perkara tersebut sekitar pukul 07.00, Rabu, 11 Agustus 2021.

Namun, saat hendak berangkat tiba-tiba dirinya menerima telepon dari nomor tak dikenal.

"Ternyata dokter Richard Lee yang menelepon dengan suara ketakutan. Dia bilang 'Bang saya ditangkap dari Polda Metro'. Saya tanya, kasus apa? dia bilang 'polisi katanya mau minta keterangan dari saya, mau memeriksa HP saya terkait dengan pelanggaran UU ITE' bahasanya itu tadi," ucap Razman saat menggelar konferensi pers di kediaman Richard Lee.

Mendengar hal itu, Razman langsung menghubungi penyidik Polda Metro Jaya. Mereka mengatakan tidak akan menangkap dan menyita ponsel Richard Lee, namun kenyataan berbanding terbalik.

Razman meminta penyidik untuk menunggu dirinya yang segera bertolak dari Semarang ke Palembang untuk mengadvokasi Richard Lee.

"Klien saya ini belum status tersangka. Belum ada pemberitahuan tersangka, baik kepada saya maupun kepada klien saya. Kok tiba-tiba dibawa menyebut surat ini [penetapan tersangka] menyebut surat tersangka. Di sini ditandatangani Dirkrimsus. Saya belum pernah terima surat yang ini langsung dijadikan tersangka," kata Razman.