IFBC Banner

Tak Terima Beras Dibilang ada Kutu, Buwas Tantang Cek Mesin Pembersih Beras

Kamis, 12 Agustus 2021 – 16:32 WIB

Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas

Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas

JAKARTA, REQnews - Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso atau Buwas menegaskan, beras yang dipakai untuk bantuan sosial atau bansos merupakan cadangan beras pemerintah atau CBP.

IFBC Banner


Menurutnya, beras ini memiliki kualitas medium dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Sebelum disalurkan oleh Bulog, kata Buwas, timnya telah mengecek kualitas beras tersebut. Pengecekan termasuk meliputi pemeriksaan PH untuk memastikan beras yang sampai di tangan masyarakat layak dikonsumsi.

Sehingga, dia memastikan beras untuk bansos memiliki kualitas baik. Dikatakan Buwas, beras yang disalurkan melalui perusahaannya telah sesuai dengan standar pemerintah serta telah melalui pembersihan dengan mesin rice to rice.

"Beras harus melalui proses rice to rice. Kalau proses sudah dilalui, jangan bilang itu ada kutu. Telurnya saja tidak mungkin. Kalau mau dilihat mesinnya rice to rice silakan," ujar Buwas di kantornya, Kamis, 12 Agustus 2021.

Buwas mengklaim kualitas beras terjamin karena perusahaan telah menyampaikan komitmennya melalui pakta integritas. "Jadi saya dan jajaran saya tidak mungkin bermain-main dengan masalah ini," kata dia.

Bulog memperoleh penugasan untuk menyalurkan beras kepada 28,8 juta penerima manfaat. Sebanyak 20 juta beras telah selesai disalurkan kepada penerima manfaat pada tahap pertama. Sedangkan penyaluran tahap kedua sedang berjalan dan diberikan kepada 8,8 juta keluarga.

Adapun dalam distribusinya, Bulog dibantu oleh mitra penyalur, yakni PT Pos Indonesia (Persero) dan DNR Corporation. Bulog melakukan komunikasi dengan dua perusahaan tersebut jika ditemukan ada kualitas beras untuk bansos yang tidak sesuai standar.