Eks Dirut Asabri-Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 22,78 Triliun

Senin, 16 Agustus 2021 – 21:10 WIB

Sidang dakwaan kasus Asabri di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Jakarta Pusat (Foto: Hastina/REQnews)

Sidang dakwaan kasus Asabri di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Jakarta Pusat (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Mantan Direktur Utama Asabri, Mayjen Purn Adam Rachmad Damiri beserta keenam terdakwa lainnya didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 22,78 triliun. Dakwaan tersebut terkait dengan dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

"Merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, yaitu merugikan keuangan Negara cq. PT Asabri (Persero) sebesar Rp22.788.566.482.083 atau setidak-tidaknya sejumlah tersebut, sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Dalam rangka Penghitungan Kerugian Negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Nomor : 07/LHP/XXI/05/2021 tanggal 17 Mei 2021," ujar jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 16 Agustus 2021.

Keenam terdakwa lainnya yakni Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020, Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019, Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015.

Kemudian ada, Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan, Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk, Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations dan Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera.

Sidang pembacaan dakwaan tersebut seharusnya dibacakan untuk delapan terdakwa. Namun, Direktur Keuangan Asabri 2008-2014, Bachtiar Effendi tidak hadir di persidangan karena terinfeksi Covid-19.

Jaksa menyebut para terdakwa telah melakukan proses restrukturisasi pengelolaan investasi dalam bentuk penjualan saham dan reksadana menggunakan dana pengelolaan PT Asabri. Atas perbuatan tersebut, para terdakwa disebut telah merugikan negara hingga Rp 22,78 triliun.

"Terdakwa Sonny Widjaja bersama dengan Ilham Wardhana Bilang Siregar, Adam Rachmat Damiri, Bachtiar Effendi, dan Hari Setianto telah menerima sesuatu berupa dana dan fasilitas lainnya dari pemilik perusahaan/pemilik saham, perusahaan sekuritas, perusahaan manajer investasi yang bekerja sama dengan PT Asabri," ujar jaksa dalam persidangan. 

Dalam kasus ini, jaksa menyebut sebanyak empat manajer investasi yang mengelola reksadana milik PT Asabri dianggap tidak profesional. Manajer investasi tersebut adalah PT Recapital Asset Management, PT OSO Manajemen Investasi, PT Victoria Manajemen Investasi, dan PT Insight Investments Management.

Saham-saham yang menjadi underlying pada reksadana milik PT Asabri pada manajer investasi tersebut dinilai sebagai saham berisiko dan tidak likuid, sehingga tak memberikan keuntungan bagi Asabri.

Manajer investasi tersebut dikendalikan oleh para terdakwa seperti, PT Insight Investments Management sempat dikendalikan oleh Heru Hidayat, Benny Tjokro dan Jimmy serta Kepala Divisi Investasi Asabri 2012-2017 Ilham Wardhana Siregar. Ilham yang sebelumnya juga tersangka dalam kasus tersebut, dihentikan penuntutannya karena telah meninggal pada Sabtu 31 Juli 2021.

Atas perbuatannya itu, para terdakwa dianggap melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.