Seorang Pria India Ingin Tuntut Orang Tua Karena Ia Tidak Menyetujui Kelahirannya

Minggu, 10 Februari 2019 – 18:00 WIB

Bayi manusia (FOTO: www.halosehat.com)

Bayi manusia (FOTO: www.halosehat.com)

JAKARTA, REQNews - Seorang pengusaha India berusia 27 tahun berencana untuk menuntut orang tuanya ke pengadilan karena membawa dia ke dunia tanpa persetujuannya.

Seperti dilaporkan BBC dan TIME, Raphael Samuel dari Mumbai teridentifikasi sebagai "antinatalis," sebuah keyakinan bahwa kehidupan begitu tak tertahankan sehingga orang harus berhenti prokreasi.

"Tidak ada gunanya bagi kemanusiaan. Begitu banyak orang menderita, ”kata Samuel "Jika manusia punah, bumi dan hewan akan menjadi lebih bahagia. Mereka tentu akan lebih baik. Juga tidak ada manusia yang akan menderita. Manusia keberadaan sama sekali tidak ada gunanya."

Samuel mengakui bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan persetujuan dari seseorang yang belum ‘menjadi’ manusia. Hingga kini, ia pun belum menemukan pengacara untuk menangani kasusnya. Padahal, orang tuanya berprofesi sebagai pengacara.

Sang ibu, Kavita Karnad Samuel mengatakan, “Saya harus mengagumi keberanian putra saya untuk ingin membawa orang tuanya ke pengadilan dengan mengetahui kami berdua adalah pengacara. Jika Raphael bisa memberikan penjelasan rasional tentang bagaimana kita bisa meminta persetujuannya untuk dilahirkan, saya akan menerima kesalahan saya. "

"Saya sangat senang bahwa putra saya telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang berpikiran mandiri dan tak kenal takut," tambahnya. "Dia pasti menemukan jalan menuju kebahagiaan."

Samuel membuat halaman Facebook sekitar setahun yang lalu dengan nama Nihilanand. Di halaman itu, ia memposting pesan anti-natalis yang memunculkan berbagai tanggapan. Satu komentator dilaporkan menasihatinya untuk "bunuh dirinya sendiri." Sementara yang lain menunjukkan dukungan kuat terhadap idenya.

Samuel mengakui, dirinya memiliki kehidupan yang baik tetapi secara prinsip, ia ingin menuntut orang tuanya. "Saya berharap saya tidak dilahirkan," ujarnya. "Tapi bukan berarti aku tidak bahagia di kehidupanku. Hidup saya baik, tetapi saya lebih suka tidak berada di sini. Anda tahu itu seperti ada kamar bagus, tetapi saya tidak ingin berada di ruangan itu." (Prazz)