IFBC Banner

Bikin Resah Masyarakat! OJK Gandeng Polri Berantas Pinjol Ilegal

Jumat, 20 Agustus 2021 – 12:40 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (Foto: Istimewa)

Otoritas Jasa Keuangan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kasus peminjaman online (pinjol) ilegal belakangan ini membuat resah dikalangan masyarakat. Tak tinggal diam, bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk memberantasnya.

IFBC Banner


Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebut kerja sama dilakukan agar penanganan pinjaman online ilegal dapat dilakukan secara efektif, terstruktur dan optimal.

Hal itu dilakukan karena belakangan ini operasi pinjol di tengah pandemi cukup marak dan merugikan masyarakat. Sasarannya adalah mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.

Masyarakat pun menggunakan pinjaman online untuk mendapatkan dana secara cepat, tetapi beberapa fintech ilegal tidak terdaftar di OJK melakukan transaksi yang melanggar perundang-undangan.

"Kondisi ini (pandemi COVID-19) dimanfaatkan oleh pelaku pinjaman online yang ilegal untuk menawarkan pinjaman online dengan berbagai platform kepada orang-orang yang memiliki tingkat literasi keuangan yang sangat rendah" ujar Wimboh pada Jumat 20 Agustus 2021.

Terkait kerjasama tersebut, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun mengapresiasi kerja sama yang diinisiasi oleh OJK. Listyo mengatakan sebelum kerja sama dilakukan Polri telah aktif melakukan penegakan hukum terhadap pinjol ilegal.

Jenderal polisi bintang empat itu mencatat bahwa sepanjang tahun 2018-2021 penindakan sudah dilakukan terhadap 14 kasus pinjaman online ilegal.

Listyo pun menjabarkan bahwa praktik tersebut dilakukan dengan berbagai macam modus penawaran tanpa harus bertatap muka.

"Dengan berbagai modus sebagai berikut memberikan penawaran kepada calon nasabah tanpa harus bertemu atau tatap muka, memiliki syarat kepada para nasabah untuk mengikuti kebijakan dan ketentuan dimana data kontak dalam handphone nasabah dapat dibuka oleh pemberi pinjaman." ujar Listyo.