IFBC Banner

Rekam Jejak Muhammad Kece: Murtad, Belajar Islam Otodidak, jadi Pendeta Hingga jadi Youtuber

Jumat, 27 Agustus 2021 – 21:32 WIB

Pelaku penistaan dan penghinaan agama Islam, Muhammad Kece yang bernama asli Muhamad Kasman

Pelaku penistaan dan penghinaan agama Islam, Muhammad Kece yang bernama asli Muhamad Kasman

JAKARTA, REQnews - Sandi E Situngkir, kuasa hukum pelaku penistaan dan penghinaan agama Islam Muhammad Kece, mengatakan penetapan kliennya sebagai tersangka harusnya merujuk pada Pasal 2 UU Nomor 1 tahun 1965 tentang penodaan agama.

Namun Sandi menilai, polisi tak menjalankan itu. Menurutnya, jika polisi menerapkan pasal 165a KUHP, maka ada tindakan yang belum dilakukan Jaksa Agung dan Menteri Agama, memberi peringatan ke Kece. "Dihubungkan Pasal 2 PNPS itu harusnya ada dong yang mengingatkan,” kata Sandi, Jumat, 27 Agustus 2021.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Muhammad Kece sebagai tersangka penistaan agama Islam pada Rabu, 25 Agustus 2021. Kece yang bernama asli Muhamad Kasman terancam pidana 6 tahun penjara. Sandi menyebut, penjelasan Kece dalam video yang memicu kontroversi itu merupakan merupakan pemahaman kliennya.

“Apa yang disampaikan itu sebuah fakta dan tertulis. Orang menangkal itu, melecehkan biarlah. 'Apa yang saya sampaikan itu apa yang tertulis',” ujar Sandi. Menurut Sandi, Kece resmi beragama Kristen sejak 2001. Kece kini juga berperan sebagai pendeta yang menyebarkan keyakinannya.

“Sedikit di bawah pendeta. Setelah dia meninggalkan keyakinan lama, dibaptis. Dia semata-mata bukan Youtuber, tapi juga pendeta,” tandasnya. Kece memiliki akun Youtube sejak tahun 2020. Dia sering melakukan live streaming bersama rekan-rekan seagamanya.

Sebelumnya, Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, pihaknya telah menahan Youtuber Muhammad Kece. Kece telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

"Saat ini kita sebut Youtuber. Dia bukan merupakan pemuka agama, bukan tokoh agama," ujar Ramadhan. Dijelaskannya, Kece sebelumnya pernah memeluk agama Islam. Namun ia bukan orang yang mendalami Islam, seperti santri.

“Dia pernah beragama Islam lalu keluar dari islam, bukan dari santri. Hanya seseorang yang awalnya memeluk agama Islam lalu berpindah, dia belajar secara otodidak,” jelasnya.

Setidaknya, kata Ramadhan, sudah ada 42 video kontroversial Kece di YouTube yang telah diturunkan. Polri dan Kominfo masih terus berusaha membersihkan YouTube dari konten Kece.

Dari pemeriksaan sementara, sambung Ramadhan, Kece merasa tidak ada yang salah dari video kontroversialnya di YouTube. Menurutnya, apa yang disampaikan merupakan suatu kebenaran.

“Dia merasa apa yang dikatakannya adalah benar dan tidak ada penyesalan. Ada 42 yang kita takedown. Nanti kita juga memeriksa saksi ahli pidana, ahli agama dan ahli bahasa,” katanya.

Muhammad Kece ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Badung, Bali. Kemudian ia diangkut ke Bareskrim Polri, Jakarta untuk proses hukum selanjutnya. Dalam salah satu videonya Kece menyebut salat bukanlah perintah Tuhan. Sehingga menurutnya hal tersebut tak perlu dilaksanakan.