Dulu Pernah Jadi Bandar Ekstasi, Kini Bupati Banjaranegara Pesakitan KPK

Minggu, 05 September 2021 – 17:30 WIB

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono

Jakarta, REQnews - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono tengah jadi sorotan publik setelah kena ciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kisah masa lalu saat menekuni bisnis pil ekstasi menyeruak kepermukaan. Budhi mengaku selama lima tahun menekuni bisnis haram tersebut.

Budhi mengakui lembaran kelam saat berbisnis narkoba ini lantaran bukan rahasia lagi. Ia sempat mengungkap masa lalunya, sebagai penjual ekstasi dalam sebuah talkshow di sebuah televisi nasional beberapa waktu yang lalu.

“Saya pedagang ekstasi dulu, mulai 1993-1998,” ucap Budhi Sarwono saat itu.

Budhi mengatakan, berhenti menggeluti bisnis kelam tersebut setelah mendapatkan pengalaman spiritual yang membuatnya tersadar. Kemudian, kata dia, menggeluti bisnis dan mencalonkan bupati di Banjarnegara.

Untuk informasi,  Budhi Sarwono menjadi pesakitan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi terkait pengadaan barang pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018.

KPK mengatakan Budhi Sarwono meraup Rp2,1 miliar dalam kasus yang menjeratnya. Ia ditahan bersama tersangka lainnya, Kedy Afandi yang tak lain adalah ketua tim pemenangannya pada Pilkada Banjarnegara tahun 2017 lalu.

“Setelah KPK melakukan penyelidikan, maka kita tentu menemukan adanya bukti permulaan cukup dan kita tingkatkan ke penyidikan, malam hari ini sampaikan rekan-rekan atas kerja keras tersebut, menetapkan dua tersangka antara lain BS yaitu Bupati Banjarnegara periode 2017-2022, tersangka kedua KA, pihak swasta,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, Jumat, 3 September 2021.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf i serta pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.