Rekam Jejak Kesadisan John Kei, Preman Paling Ditakuti di Indonesia

Rabu, 15 September 2021 – 01:01 WIB

John Kei (Foto: Istimewa)

John Kei (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Siapa yang tidak mengenal sosok John Kei dalam kasus kriminalitas di Indonesia. Rekam jejak kesadisannya membuat dirinya mendapat julukan sebagai preman paling ditakuti di Indonesia.

Sudah tak asing jika John Kei bahkan diberi gelar "Godfather Jakarta" karena turut meramaikan peta kekuatan penguasa ‘bawah tanah’ di Jakarta.

Masih ingat dengan kasus pembunuhan terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung ?

Ayung merupakan pengusaha peleburan besi baja, PT Sanex Steel Indonesia (SSI), yang kini berubah nama menjadi PT Power Steel Mandiri.

Semasa hidupnya Ayung kerap bersengketa dengan sejumlah pihak yang menjadi rekan bisnisnya. Salah satunya adalah John Kei, sebagai rekan bisnis yang menyediakan jasa dalam penagihan utang (debt collector).

Ayung dibunuh lantaran permasalahan uang Rp 600 juta yang tidak ia bayar sebagai upah atas jasa John Kei dalam melakukan penagihan utang. Polisi juga menduga, rekan bisnis Ayung yang lain ada di balik pembunuhan bos PT Sanex Steel tersebut, bahkan menjadi dalangnya. John Kei diduga dibayar oleh seseorang untuk membunuh Ayung.

Ayung diduga dibunuh pada 26 Januari 2012. Saat itu dia ditemukan tewas dengan 32 luka tusuk di bagian pinggang, perut, dan leher di sebuah hotel di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Tak butuh waktu lama, polisi mengendus keterlibatan John Kei dan anggotanya dalam kasus pembunuhan tersebut. Akibat perbuatannya Kei harus mendekam di penjara selama 16 tahun.

 

Walaupun belum mendekam selama 16 tahun, John Kei dinyatakan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019. Keputusan bebas bersyarat berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019 tanggal 23 Desember 2019. 

Tak lama setelah bebas, John Kei kembali ditangkap polisi karena kasus penyerangan terhadap Nus Kei dan anak buahnya.

Penyerangan pertama terjadi di rumah pamannya, Nus Kei, di kawasan Cipondoh, Tangerang, Banten, dan daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Seorang petugas sekuriti perumahan dan pengemudi ojek online terluka dalam penyerangan di Cipondoh.

Sementara penyerangan di Duri Kosambi menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka.

John Kei dan 38 anak buahnya ditangkap tak lama setelah kejadian itu di Bekasi, Jawa Barat. Barang bukti yang diamankan antara lain 28 tombak, 24 senjata tajam, 3 anak panah, dan 17 ponsel.

 

Berikut jejak kesadisan John Kei:

Perseteruan dengan Basri Sangaji

John sempat diserang oleh masa Basri di Diskotek Zona hingga membuat tiga jari tangannya kaku dan tak bisa digerakkan. Selepasnya terjadilah bentrok kedua kubu di Diskotek Stadium Tamansari, Jakarta Barat.

Tak lama berselang, pada 12 Oktober 2004, nama John Kei kembali dikaitkan dengan Basri Sangaji. Basri tewas ditembak di bagian dada saat berada di dalam kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan.

Namun John Kei lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat.

 

Penganiayaan di Maluku

Pada 11 Agutus 2008, John Kei bersama adiknya, Tito Refra diduga menganiaya dua pemuda, yakni Charles Refra dan Remi Refra, di Maluku. Jari kedua pemuda itu putus akibat penganiayaan tersebut. Ia pun ditangkap oleh aparat polisi dari Brimob dan Densus 88 di Desa Ohoijang, Kota Tual, Maluku Tenggara.

Keduanya divonis delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

 

 

Peristiwa "Ampera Berdarah"

 

Pada bentrok yang disertai dengan suara tembakan dan dikenal dengan peristiwa "Ampera Berdarah" itu, dua anggota kelompok John Kei tewas dan seorang sopir Kopaja juga turut menjadi korban.

Dalam peristiwa ini, loyalis-loyalis John Kei yang membuat keributan.

Insiden itu terjadi pada 4 April 2010, saat masa Kei bentrok di klub Blowfish dengan masa Thalib Makarim dari Ende, Flores. Dua anak buah John tewas.

Perseteruan antara masa dari Flores dengan loyalis John kembali terjadi saat persidangan kasus Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 29 September 2010.

Saat itu, adik John, Tito, mendapatkan luka tembak di dada dan nyaris masuk ke jantung. Beruntungya, Tito berhasil selamat.

 

 

Kerusuhan di Lapas Nusakambangan

Saat menjalani hukuman di Lapas Permisan Nusakambangan, John Kei terlibat kerusuhan di lapas tersebut. Kerusuhan di Lapas Klas II Permisan Nusakambangan terjadi pada 7 November 2017. Satu orang tahanan tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam kerusuhan itu.

Korban tewas merupakan narapidana kasus narkoba bernama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian, salah satu anggota kelompok John Kei.