IFBC Banner

Usai Disomasi Animal Defenders, Traveloka Hapus Menu Daging Anjing di Platformnya

Selasa, 14 September 2021 – 14:20 WIB

Hewan anjing dalam karung (Foto: Istimewa)

Hewan anjing dalam karung (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Traveloka Eats melakukan investigasi dan telah menghapus menu makanan daging babi dari platformnya, hal itu menanggapi somasi yangdilayangkan oleh Animal Defenders Indonesia (ADI).

IFBC Banner


Sebelumnya, sejumlah aplikasi penjualan makanan online, mulai dari Grabfood, Gofood, Traveloka Eats dan Shopee food didapati ada restoran yang menjual daging anjing, ADI pun melakukan somasi terkait hal itu.

"Kami telah menghapus seluruh menu makanan tersebut pada platform kami dalam kurun waktu 1x24 jam sejak informasi tersebut kami terima. Kami juga telah berkomunikasi secara intensif dengan mitra-mitra terkait mengenai situasi ini," kata Head of Corporate Communication, Traveloka, Reza Amirul Juniarshah, dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa 14 September 2021.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan pada platformnya, khususnya pada penjualan makanan atau minuman yang berasal dari hewan peliharaan, hewan langka, hewan berbahaya, maupun hewan liar yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Sementara GrabFood sebelumnya juga telah mengeluarkan penyataannya bahwa platformnya melarang penjualan makanan/minuman dari bahan dasar yang tidak termasuk kategori pangan.

VP Corporate Affairs Food & Groceries Gojek Rosel Lavina menjelaskan kebijakan tersebut telah disetujui oleh setiap mitra usaha ketika bergabung dengan GoFood dan sudah disosialisasikan kepada para mitra usaha.

Kemudian Gojek telah melakukan beberapa upaya proaktif antara lain secara berkala memperluas dan memperbarui kata kunci penyaringan pada ekosistem GoFood untuk mengidentifikasi indikasi/temuan menu dari mitra usaha GoFood yang menggunakan dan/atau berbahan dasar bahan yang tidak termasuk kategori pangan.

"Mensosialisasikan Standard Operating Procedure (SOP) kebijakan larangan penjualan daging anjing di aplikasi kepada mitra usaha," kata dia.

Rosel mengatakan pihaknya juga membuka diri untuk masyarakat atau pelanggan untuk segara melaporkan kepada Gojek jika menemukan menu olahan daging anjing atau olahan non pangan. Yaitu melalui tombol laporan yang ada di aplikasi atau melalui email [email protected]

Diketahui, sebelumnya Animal Defenders Indonesia (ADI) melayangkan somasi terhadap platform Grab Food, Go Food, Shopee Food hingga Traveloka Eats. Setelah sebelumnya pada 2020, ADI telah memberikan friendly reminder beberapa kali kepada Gojek sampai Grab terkait itu.

"Kami mengatakan bahwa memfasilitasi hal yang melanggar perundangan adalah bentuk pidana dan turut serta dalam pelanggaran perundangan tersebut," ujar Ketua ADI Doni Herdaru dalam keterangannya, Sabtu 4 September 2021.

Pihaknya meminta agar semua platform tersebut untuk segera memfilter dan stop memfasilitasi penjualan daging anjing dalam bentuk apapun di platform mereka. Menurut Doni, peredaran daging anjing merupakan pelanggaran perundangan-undangan.

"Antara lain UU Perlindungan Konsumen terkait asal muasal daging tersebut, yang pasti berasal dari pasar gelap dan tidak ada pengawasan kesehatan dan segi kehigienisannya," ujarnya.