Senjatanya Canggih, Pemerintah Didesak Buru Penyuplai Senjata Teroris KKB

Selasa, 14 September 2021 – 19:32 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid, meminta agar TNI-Polri mengungkap pemasok senjata ke Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan juga jaringan KKB yang mengakar di Papua.

"Akar yang harus kita cari, salah satunya adalah jejaring mereka harus diputus. Termasuk jaringan untuk mendapatkan senjata,” katanya, Selasa, 14 September 2021. Menurut Jazilul, dalam hal suplai senjata dan jenis senjata yang dipakai KKB, tidak mungkin senjata yang dipakai diproduksi di Papua.

Jazilul yang juga menjabar sebagai Wakil Ketua MPR ini menilai, konflik yang berkepanjangan dan selalu berulang di Papua menunjukkan kurang canggihnya aparat dalam pemetaan lapangan sekaligus memitigasi dan mengantisipasi setiap gerakan KKB.

”Mereka bukan kelompok yang terlalu besar, mestinya TNI bisa menumpas sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terus muncul setiap tahun, setiap musim. Salah satunya mencari otak dan penyuplai senjata darimana mereka mendapatkan senjatanya,” tuturnya.

Di sisi lain, penanganan Papua juga harus dilakukan dengan pendekatan lain, yakni pendekatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan. Pendekatan tersebut sebagaimana yang dilakukan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Itulah yang saya sebut pendekatannya harus holistik, haru menyeluruh,” demikian Gus Jazil.

Sebelumnya, baku tembak kembali terjadi antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan teoris KKB di Papua, Senin 13 September 2021.

Dalam peristiwa yang terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar. Baku tembak tersebut dilaporkan berlangsung hingga sekitar empat jam mulai pukul 09.00 hingga 13.15 WIT.