Fadjroel Rachman Bakal jadi Dubes, Ngabalin Santer jadi Jubir, Pakar: Bukan Orang yang Tepat

Selasa, 14 September 2021 – 20:02 WIB

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA, REQnews - Jurubicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachman, kabarnya akan akan mendapat tugas baru sebagai Dutabesar RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan dan berkedudukan di Kota Nur-Sultan.

Sebagai gantinya, Ali Mochtar Ngabalin santer dikabarkan bakal menggantikan posisi Fadjroel. Hal ini mendapat tanggapan dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Menurutnya, Ngabalin bukan orang yang tepat untuk didudukan sebagai jubir presiden.

Salah satu alasannya, menurut Emrus adalah soal pemilihan diksi kata dalam menyampaikan pendapat di ruang publik yang selalu berujung pada polemik. "Karena kalau jadi jurubicara presiden harus matang secara komunikasi," katanya, Selasa 14 September 2021.

Jangankan menjadi jurubicara untuk Presiden Jokowi, bahkan Emrus menilai Ngabalin bahkan sudah tidak pas pada posisinya saat ini di KSP. Terlebih baru-baru ini Ngabalin menjadi sorotan setelah memberikan komentar yang sangat tidak pantas terhadap ekonom Rizal Ramli.

“Nafsunya melebihi akal sehat dan yang tertinggal dalam otaknya hanya septic tank tunggu waktunya karena sudah bau tanah. Waktu menjabat nggak tahu prestasi apa yang dibuat, akhirnya dipecat OMG,” tulis Ali Ngabalin yang ditujukkan ke Rizal Ramli di Twitter pribadinya, Senin 13 September 2021.