Pencinta Satwa di Lombok Polisikan Warga yang Bawa dan Memotong Lumba-Lumba

Selasa, 14 September 2021 – 23:32 WIB

Lumba-lumba diangkut warga dan ddipotong (Foto:Istimewa)

Lumba-lumba diangkut warga dan ddipotong (Foto:Istimewa)

MATARAM, REQNews - Babak baru video viral dua warga membonceng seekor lumba-lumba di Bima, Nusa Tenggara Barat lalu dagingnya dibagikan warga kini masuk ranah hukum.

Pasalnya pencinta satwa melaporkan tindakan oknum warga Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima tersebut ke polisi.

Christian Joshua Pale, Founder Yayasan Sarana Metta Indonesia dan Animals Hope Shelter mengatakan, pihaknya telah membuat laporan ke Polres Bima.

"Kuasa hukum saya sudah bertindak," katanya, Selasa 14 September 2021.

Dia melaporkan beberapa oknum warga yang terlibat menangkap dan memotong-motong lumba-lumba malang itu.

Meski Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB telah turun menemui warga, menurutnya hal itu tidak cukup.

Pelaporan tersebut, baginya untuk efek jera bagi para pelaku sehingga tidak mengulangi perbuatan serupa.

Sebab menangkap dan memotong-motong satwa dilindungi jelas harus dihukum.

Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Ini harus jadi pembelajaran bukan saja bagi pelaku, juga untuk efek jera bagi yang lain, agar berpikir ribuan kali sebelum bertindak," tegasnya.

Sampai detik ini, kata Christian, masyarakat belum mengetahui Undang-undang Perlindungan Hewan.