Jokowi Pernah Minta Masyarakat Aktif Kritik, Giliran Dikritik Ditangkap, DPR Bakal Tanya Kapolri

Rabu, 15 September 2021 – 06:00 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah menyatakan agar masyarakat tetap menyampaikan kritik dan masukan terhadap kerja-kerja pemerintah.

Namun kenyataannya, pernyataan Jokowi justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Jika sebelumnya ramai mural bernada kritik pada pemerintah, baru-baru ini malah sejumlah warga ditangkap pihak kepolisian saat menyampaikan kritik.

Warga yang ditangkap itu antara lain petani dan mahasiswa. Mereka ditangkap pihak kepolisian saat membentangkan poster berisi protes dan kritik terhadap Presiden Joko Widodo Warga (Jokowi).

Terkait hal itu, Komisi III DPR RI bakal menanyakan penangkapan warga yang membentang poster Jokowi ini kepada Polri. "Itu kan kita harus tanya dulu kepada pihak kepolisian masalahnya apa kan tidak serta merta polisi kan langsung menangkap atau apa, jadi nanti akan kami tanyakan ke Pak Kapolri," kata Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir, Selasa 14 September 2021.

Petani yang ditangkap membentangkan poster Jokowi kunjungan kerja wilayah Blitar. Sementara itu, sejumlah mahasiswa membentangkan poster ditangkap saat Jokowi berada di Solo.

"Kalau urusan-urusan ini kan pidana umum, kita harus tanyakan dulu pada yang menyidiknya. Apakah ada hal-hal yang dilanggar atau tidak, nanti kita akan Komisi III dalam rapat dengar pendapat kita akan tanyakan ke Pak Kapolri terkait hal ini, di Blitar tadi ya," ujarnya.

Publik ramai membahas sejumlah warga ditangkap di Blitar dan Solo saat Jokowi kunjungan kerja. Warga yang ditangkap itu antara lain seorang petani di Blitar dan beberapa mahasiswa di Solo.

Namun polisi tak menahan para warga itu. Polisi menjelaskan bahwa para warga itu kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sebelumnya, Jokowi pernah meminta masyarakat lebih aktif dalam menyampaikan kritik dan masukan terhadap kerja-kerja pemerintah. Di saat bersamaan, ia juga meminta penyelenggara layanan publik terus meningkatkan kinerja. Hal ini Jokowi sampaikan dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin lalu, 8 Februari 2021.

"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi. Dan para penyelenggara layanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Ombudsman RI

Jokowi menyadari bahwa masih banyak kinerja pemerintah yang perlu diperbaiki, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19. Oleh karenanya, ia berjanji untuk melakukan evaluasi, salah satunya dengan berdasar pada catatan-catatan yang disampaikan Ombudsman.